10 Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Bulan Syaban, yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan, menjadi salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Di bulan ini, menjadi kesempatan bagi umat Muslim mendapat pahala sebanyak-banyaknya. Malam Nisfu Syaban merupakan malam istimewa yang memiliki sejumlah keutamaan.

Nisfu Syaban bermakna pertengahan atau tengah-tengah bulan Syaban tahun Hijriah yang jatuh pada hari ke-15 bulan Syaban. Terdapat sejumlah keutamaan pada malam Nisfu Syaban. Salah satunya adalah malam dikabulkannya setiap doa.

Selain itu, masih banyak keutamaan lain dari malam Nisfu Syaban yang perlu umat muslim ketahui. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak ulasannya berikut ini. Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

 

 

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Keutamaan malam Nisfu Syaban telah dijelaskan dalam beberapa hadits. Berikut keutamaan malam Nisfu Syaban yang dirangkum dari berbagai sumber :

1. Dikabulkannya Setiap Doa

Malam Nisfu Syaban dikatakan malam yang istimewa bagi umat muslim, pasalnya malam ini tidak terjadi di setiap malam. Dan mempunyai keutamaannya sendiri dibanding malam-malam lainnya.

Jika umat muslim mempunyai keinginan dan hajat yang ingin di panjatkan, malam Nisfu Syaban adalah kesempatan yang baik untuk beribadah dan berdoa agar doa kita dapat di jabah oleh sang pencipta Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي أمامة الباهلي قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة، أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر.

Nabi bersabda: “Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan Malam Idul Adha”.(1)

2. Peralihan Kiblat

Peralihan arah kiblat yang dimaksud adalah perubahan dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Menurut Al-Qurthubi dalam penafsiran Surat Al-Baqarah ayat 144 di kitab Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, dengan merujuk pada pandangan Abu Hatim Al-Basti, disebutkan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengubah arah kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban, yang bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban.

Peralihan arah kiblat ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh Nabi Muhammad SAW, bahkan ada catatan yang menyebutkan bahwa beliau secara rutin berdiri menghadap langit setiap hari, menanti turunnya wahyu mengenai perubahan kiblat tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 144.

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Artinya: Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.(2)

3. Bulan Penentuan Ajal Manusia

Selain itu, bulan Syaban juga menjadi bulan ditetapkan ajal manusia. Salah satu riwayat menerangkan bahwa itu akan terjadi, tepatnya pada malam Nisfu Syaban.

فِيهَا يُكْتَبُ كُلُّ مَوْلُوْدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ في هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيهَا يُكْتَبُ كُلُّ هَالِكِ مِنْ بَنِي آدَمَ
في هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيهَا تُرْفَعُ أَعْمَاهُمْ وَفِيهَا تُنْزَلُ أَرْزَاقُهُمْ (رواه البيهقي في فضائل الاوقات وفيه النضر بن كثير (ضعيف)

Artinya: “Di malam Nishfu Sya’ban dicatat setiap anak manusia yang lahir di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban juga dicatat setiap anak manusia yang mati di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban amal mereka dicatat dan di malam itu juga rezeki mereka diturunkan” (HR al-Baihaqi dalam Fadlail al-Auqat, Nadlar bin Katsir dlaif).

4. Bulan Laporan Amal Manusia

Umat muslim meyakini bahwa pada bulan syaban, dua malaikat pencatat amal manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT. Hal itu terjadi pada malam pertengahan bulan atau malam Nisfu Syaban.

فِيهَا يُكْتَبُ كُلُّ مَوْلُوْدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيْهَا يُكْتَبُ كُلُّ هَالِكِ مِنْ بَنِي آدَمَ

في هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ وَفِيهَا تُنْزَلُ أَرْزَاقُهُمْ (رواه البيهقي في فضائل الاوقات

وفيه النضر بن كثير (ضعيف)

Artinya: “Di malam Nishfu Sya’ban dicatat setiap anak manusia yang lahir di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban juga dicatat setiap anak manusia yang mati di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban amal mereka dicatat dan di malam itu juga rezeki mereka diturunkan” (HR al-Baihaqi dalam Fadlail al-Auqat, Nadlar bin Katsir dlaif).

5. Malam Penuh Ampunan

Pada malam Nisfu Syaban, disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya, kecuali orang kafir. Hal ini diterangkan dalam hadits riwayat al-Baihaqi dari Abu I Tsalabah al-Khusyani.

صحيح وضعيف الجامع الصغير – (ج 2 / ص (273)

773 – إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اطَّلَعَ الله إلى خَلْقِهِ فَيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَيُقْلِي لِلْكَافِرِينَ وَيَدَعُ أَهْلَ الْحِقْدِ بِحِقْدِهِمْ حَتَّى يَدَعُوهُ . تخريج السيوطي ( هب ) عن أبي ثعلبة الخشني . تحقيق الألباني ( حسن ) انظر حديث رقم : 771 في صحيح الجامع .

“(Hadis) Jika ada malam pertengahan dari bulan Sya’ban, maka Allah memperhatikan makhluk-Nya dengan penuh rahmat. Allah akan mengampuni orang yang beriman, menangguhkan orang kafir dan meninggalkan orang yang iri dengan sifat iri hatinya hingga mereka meninggalkannya”. As-Suyuthi berkata: “HR al-Baihaqi dari Abu I Tsalabah al-Khusyani”. TAHQIQ AL-ALBANI “HASAN”.(3)

6. Malam Dibukanya 300 Pintu Rahmat dan Ampunan Allah SWT

Dijelaskan dalam salah satu hadits bahwa keutamaan malam Nisfu Syaban sebagai malam dibukanya pintu-pintu rahmat dan ampunan Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

“Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah shalat, serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit (Berdo’a).’ Kemudian Nabi bertanya, ‘Apakah arti malam ini?’ Jibril pun menjawab, ‘Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah SWT orang akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Kecuali ahli sihir, tukang ramal, orang yang suka bermusuhan, orang yang suka mengadu domba, pemabuk, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan orang yang memutuskan silaturahmi. Mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT’.”(4)

7. Pengingat Untuk Segera Menunaikan Qadha Ramadan

Nisfu Syaban mengisyaratkan makin dekatnya kaum muslim dengan Ramadan. Oleh karena itu, utang puasa wajib segera ditunaikan. Kewajiban qadha puasa telah dijelaskan Allah dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”

8. Umat Muslim Akan Memperoleh Pertolongan dan Syafaat Allah SWT

Imam al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin seperti dinukil detikHikmah dari Riyan Hidayat dan Asiqin Zuhdi dalam Islam on The Spot, mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh pertolongan atau syafaat dari Allah SWT.

Menurut Imam al-Ghazali, pada malam ke-13 Syaban Allah SWT akan memberikan sepertiga syafaat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Lalu pada malam ke-14, Allah SWT akan memberikan seluruh syafaat-Nya kepada hamba-Nya.

Ada pula hadits yang menyebut Mu’adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لَجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: “Pada malam Nisfu Syaban (pertengahan bulan Syaban), Allah akan mengumumkan kepada manusia, bahwa Dia akan mengampuni orang-orang yang mau beristighfar, kecuali kepada orang-orang yang menyekutukan-Nya, juga orang-orang yang suka mengadu domba (menciptakan api permusuhan) terhadap saudara muslim.” (HR Thabrani & Ibnu Hibban)

9. Sebagai Penutup Catatan Amal Umat Muslim Selama Setahun

Setelah malam ke-14 yang penuh syafaat, amal catatan umat manusia akan sangat banyak pada malam ke-15, sehingga bisa menjadi penutup yang baik akan amal kebaikan selama satu tahun. Catatan amal dari umat manusia tersebut lalu diserahkan oleh Malaikat Raqib dan Atid kepada Allah SWT.

Pada malam Nisfu Syaban itu pula buku catatan amal masing-masing orang diganti dengan yang baru. Sehingga malam Nisfu Syaban juga bisa dimaknai sebagai malam pembuka lembaran baru. Hal ini terungkap saat Usamah bin Zaid bertanya kepada Nabi SAW:

وَلَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَب وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Wahai Rasulullah SAW, saya lihat engkau lebih bersemangat (lebih rajin) berpuasa di bulan Syaban ini dibanding bulan-bulan lainnya, mengapa?” Rasul SAW menjawab, “Karena Syaban ini bulan agung, yang banyak dilupakan orang, padahal di bulan inilah amal perbuatan manusia akan dinaikkan (dilaporkan) ke hadirat Allah SWT. Karena itu, aku ingin (lebih senang) bila di saat amalan-amalan itu diangkat (dihadirkan kepada Allah), maka aku dalam keadaan puasa.” (HR Nasa’i)

10. Bulan Syaban Merupakan Bulan Kegemaran Rasul SAW

Riwayat dari Aisyah, ia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ ويُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Artinya: “Rasulullah SAW berpuasa hingga beliau mengatakan jangan berbuka dan berbuka hingga mengatakan jangan berpuasa (maksudnya selang-seling). Saya tidak melihat Rasulullah SAW berpuasa lengkap sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan. Dan saya tidak melihat yang banyak dipuasai Rasulullah SAW kecuali di bulan Syaban.” (H Bukhari, Muslim, & Abu Dawud)

Aisyah juga meriwayatkan :

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ ثُمَّ يَصِلَهُ بِرَمَضَانَ

Artinya: “Di antara bulan-bulan yang sangat dicintai Rasulullah SAW dalam melakukan puasa adalah bulan Syaban, lalu menyambungkannya dengan bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

Sahabat Aqiqah itulah 10 keutamaan malam Nisfu Syaban yang harus kamu ketahui. Meskipun sebagian ulama ada yang mengatakan riwayat-riwayat tentang keutamaan malam Nisfu Syaban tidak ada yang kualitasnya sahih.

Namun, sebagian ulama hadis menyebut ada riwayat yang karena banyaknya sanad maka ia menjadi sahih atau paling tidak hasan dan bisa dijadikan dalil, sebagaimana yang dijelaskan dalam buku “Mengenal Mukimin Jawi” karya Hafidz Muftisany.

Kami Juga Menyediakan Jasa Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi Anda Yang Ingin Melaksanakan Aqiqah Bisa Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *