Mendidik anak bukanlah perkara mudah. Kekeliruan orang tua dalam menerapkan pola asuh dapat memengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempelajari prinsip parenting yang benar agar bisa membentuk karakter positif pada anak.
Pola asuh yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa kepedulian, kejujuran, kemandirian, dan keceriaan pada diri anak. Cara pengasuhan yang baik juga dapat mendukung kecerdasan dan melindungi anak dari rasa cemas, depresi, pergaulan bebas serta penyalahgunaan minuman beralkohol dan narkoba.
Prinsip utama pola asuh (parenting) yang baik adalah membesarkan dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, sekaligus mendukung, membimbing, dan menjadi teman yang menyenangkan.
Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.
Pola Asuh untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak
Berikut ini adalah 7 prinsip pola asuh atau parenting yang bisa Bunda dan Ayah terapkan untuk membantu membentuk karakter positif pada anak :
1. Jadi panutan yang baik bagi anak
Menjadi panutan yang baik adalah salah satu cara mendidik anak yang penting dilakukan oleh para orang tua. Jika ingin Si Kecil memiliki karakter positif, berikan contoh kepada mereka, misalnya dengan selalu berkata jujur, berperilaku baik dan santun terhadap orang lain, serta membantu orang lain tanpa mengharap imbalan.
Selain itu, tunjukkan juga kepadanya bagaimana cara hidup sehat, misalnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari, menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur, serta membuang sampah pada tempatnya.
Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami SlametAqiqah 081 878 9119.
2. Jangan terlalu memanjakan anak
Agar Si Kecil tidak menjadi anak yang manja, Bunda dan Ayah harus memilah mana hal yang perlu dituruti dan tidak. Sebagai contoh, jangan turuti kemauan Si Kecil ketika ia menangis karena ingin menonton televisi di waktunya tidur malam, minta dibelikan sesuatu yang tidak dibutuhkan, atau merengek untuk bermain gadget.
Meski mendisiplinkan anak dapat membentuk karakter yang baik pada dirinya, jangan memarahi atau memukul ketika ia berbuat kesalahan, ya. Tegurlah dengan lembut tetapi tegas dan berikan pehamanan ketika Si Kecil melakukan kesalahan. Jangan lupa berikan pujian saat ia berhasil melakukan sesuatu yang baik.
3. Luangkan waktu untuk anak setiap hari
Anak mungkin saja bersikap buruk karena ingin diperhatikan oleh orang tuanya. Jadi, sesibuk apa pun Bunda dan Ayah, coba sempatkan waktu untuk terlibat dalam kehidupan Si Kecil. Namun, bukan berarti kalian berdua harus terus-menerus berada di sampingnya, ya.
Family Time bisa dilakukan dengan sarapan bersama, mengantarnya ke sekolah, datang ke acara yang dilakukan Si Kecil, atau berbincang sebelum tidur mengenai kegiatan yang dilakukannya seharian.
4. Tumbuhkan sifat kemandirian pada anak
Melatih anak agar mandiri dapat ditanamkan dengan cara memberikannya kepercayaan, kesempatan, dan apresiasi. Misalnya, mengajarkan Si Kecil merapikan mainan dan tempat tidurnya sendiri atau membiasakan ia menyiapkan bekal sekolahnya sendiri.
Saat Si Kecil memasuki masa remaja, Bunda dan Ayah bisa mendukung dan membantunya menyelesaikan masalah pribadinya dengan cara berdiskusi dan mengarahkan pikirannya untuk mengambil sikap terbaik.
Pahamilah bahwa belajar mandiri tidak mudah bagi anak. Jadi, tunjukkan apresiasi dan kasih sayang Bunda dan Ayah pada setiap usaha serta keberhasilannya. Saat mereka gagal atau berbuat salah, jangan mengejeknya apalagi membandingkan dirinya dengan anak-anak lain, ya.
5. Menetapkan dan Konsisten dengan aturan
Menerapkan peraturan bisa membantu anak belajar mengendalikan diri serta membedakan perilaku baik dan buruk. Ketika membuat peraturan, Bunda dan Ayah juga perlu menjelaskan alasan mengapa peraturan tersebut dibuat. Baca Juga Artikel Kami tentang SlametAqiqah
Misalnya, menggunakan listrik seperlunya untuk menghemat biaya atau jangan berlebihan dalam menggunakan gadget karena tidak baik untuk kesehatan mata.
Konsisten menerapkan prinsip pola asuh di atas memang tidak semudah yang dibayangkan. Mengingat setiap orang tua juga memiliki keterbatasan, baik soal waktu maupun tenaga.
6. Berikan Tanggung Jawab pada anak
Berikan semua anggota keluarga tanggung jawab untuk mengurus rumah. Walaupun seringkali lebih mudah untuk membuang sampah, membersihkan meja, atau mencuci piring sendiri dibandingkan menunggu anak melakukannya, orang tua berkewajiban membantu anak belajar menyeimbangkan kebutuhan dan keinginannya sendiri dengan kebutuhan dan keinginan orang lain, anggota keluarga, dan akhirnya, anggota masyarakat lainnya.
7. Sesuaikan pola asuh dengan anak anda
Penting bagi orang tua untuk mengikuti perkembangan anak. Anak akan tumbuh menjadi dewasa, dan pertimbangkan bagaimana usia memengaruhi perilaku anak. Ini bisa berkaitan dengan kemandirian anak, misalnya ketika mereka berusia tiga tahun berbeda dengan tingkat kemandirian anak usia tujuh tahun. Mulai dari pertumbuhan intelektual hingga aspek kognitif, psikologis, dan sosial.
Itulah prinsip dasar dalam pengasuhan yang baik. Menurut Steinberg, prinsip tersebut membantu menumbuhkan empati, kejujuran, kemandirian, pengendalian diri, kebaikan, kerja sama, dan keceriaan.
Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan – Hubungi Kami SlametAqiqah 081 878 9119.
Perang Bani Sulaim merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan umat Islam pada masa awal perkembangan agama Islam. Perang ini terjadi akibat ketegangan antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW dengan suku Bani Sulaim yang berada di wilayah sekitar Madinah. Ketegangan tersebut dipicu oleh perbedaan keyakinan dan kondisi politik saat itu, yang …
Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS, merupakan sosok yang penuh kesabaran dan ketaatan. Kisah hidupnya tidak hanya mengajarkan tentang pengorbanan, tetapi juga menggambarkan keteguhan iman yang luar biasa, baik dalam menghadapi ujian besar dari Allah maupun dalam menjalani kehidupannya sebagai nabi yang diutus untuk menyebarkan wahyu. Silsilah Keluarga Nabi Ismail AS Berikut adalah silsilah …
Penanggalan Hijriah sendiri pertama kali dicetuskan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu tepatnya pada 17 Hijriah atau 622 Masehi. Pencetusannya didorong insiden adanya dokumen tidak bertahun yang kemudian menimbulkan polemik dan perdebatan. Jumadil Akhir (bahasa Arab:جمادى الآخرة) atau Jumadi al-Tsani atau Jumadi al-Tsaniah atau Jumadi al-Akhirah, adalah bulan keenam dari tahun Hijriah Qamariah, berlangsung …
Kehamilan adalah salah satu fase paling menentukan dalam kehidupan seorang wanita. Selama periode ini, kebutuhan nutrisi meningkat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, serta menjaga kesehatan ibu. Salah satu sumber nutrisi yang sangat penting adalah sayur-sayuran. Sayur-sayuran tidak hanya menawarkan berbagai vitamin dan mineral esensial, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Dalam artikel ini, …
Berbasis agama jadi salah satu pertimbangan sebagian orang tua dalam memilih sekolah anak-anaknya. Karenanya bila Anda beragama Islam, maka sekolah dasar swasta Islam bisa jadi jawabannya, Bunda Tak berhenti di situ, pentingnya status akreditasi sekolah pun jadi pertimbangan. Sebab, hal ini menyangkut pengakuan terhadap lembaga pendidikan tersebut. Selain itu pula, akreditasi juga terkait standar dari …