Aqiqah adalah amalan sunnah dalam Islam yang disyariatkan oleh Rasulullah SAW. Pelaksanaan aqiqah sempat dilakukan sang rasul terhadap kedua cucunya sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits :
“Rasulullah SAW beraqiqah untuk Hasan dan Husain, masing-masing dengan dua ekor kambing kibas.” (HR An-Nasa’i)
Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad yang artinya dianjurkan. Hal ini berlaku meski sang ayah dari bayi berasal dari keluarga kurang mampu, seperti dijelaskan oleh Sayyid Sabiq melalui bukunya yang berjudul Fiqih Sunnah 5. Aqiqah diartikan sebagai binatang yang disembelih untuk anak yang dilahirkan. Aqiqah disebut dengan ‘iqqah yang artinya rambut bayi manusia dan hewan yang ada sejak dilahirkan.
Kata ‘iqqah tersebut digunakan sebagai sebutan bagi domba yang disembelih atas nama bayi yang dilahirkan, tepatnya pada hari ketujuhnya. Umumnya, binatang yang disembelih untuk aqiqah ialah kambing atau domba.
Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119. Bagaimana dengan sapi? Bolehkah menyembelih hewan aqiqah selain kambing atau domba?Hukum Aqiqah dengan Sapi
Binatang aqiqah sama dengan binatang kurban yaitu kambing, unta, sapi, dan domba. Ketentuan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan memiliki ketentuan yang berbeda.
Menurut mazhab Syafi’i dan Hambali, aqiqah untuk anak laki-laki ialah dua ekor kambing, sementara untuk anak perempuan yaitu satu ekor kambing. Lain halnya dengan mazhab Maliki yang berpandangan aqiqah anak perempuan atau laki-laki sama dengan satu ekor kambing.
Terkait pendapat mazhab Syafi’i mengacu pada sebuah hadits dari Aisyah RA,
“Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengaqiqahkan anak laki-laki dengan (menyembelih) dua ekor kambing dan mengaqiqahkan anak perempuan dengan (menyembelih) seekor kambing.” (HR Ibnu Majah)
Hukum aqiqah dengan sapi diperkenankan. Hewan sapi disamakan dengan unta yang berarti aqiqahnya bisa untuk tujuh anak, sebagaimana merujuk pada hadits dari Muslim.
“Kami berkurban bersama Rasulullah SAW pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR Muslim).
Dalam kitab Kifayatul Akhyar, dijelaskan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam).
Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadis yang ada ( li zhahiris sunah ).
“Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat: Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).
Bahkan Jumhur ulama Hanafiah, Syafi’yah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah membolehkan menyembelih binatang seperti unta dan sapi selain kambing. Sementara sebagian Malikiyah mengatakan hanya kambing yang dibolehkan, karena itu yang lebih utama (lihat : Al-mausuah al-fiqhiyyah al-kuwaitiyah, Juz 30, hal.279)
Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.Bolehkah Sapi Untuk 7 Anak?
Perkembangan selanjutnya bolehkah sapi yang dijadikan aqiqah untuk 7 (tujuh) anak?
Aqiqah tujuh anak dengan 1 (satu) ekor sapi adalah diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.
Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai. Sebagaimana di jelaskan oleh Imam Nawawi;
“Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran) ,”
Hikmah Pelaksanaan Aqiqah
Anjuran Rasulullah SAW untuk aqiqah mengandung hikmah tersendiri. Diriwayatkan dalam hadits dari Samurah bin Jundub, ia berkata Nabi SAW bersabda:
“Setiap anak yang dilahirkan tergantung pada aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, sementara dia dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Dawud)
Maksudnya, pertumbuhan dan perlindungan yang baik pada anak tergantung makna aqiqah yang dimaksud. Jadi, alangkah baiknya untuk menyegerakan aqiqah dengan mengharap doa kebaikan dan ridha Allah.
Selain itu, hikmah aqiqah lainnya juga disebut dalam riwayat dari Salman bin Amir adh-Dhabbi, Rasulullah SAW bersabda: “Anak lahir bersama aqiqahnya. Maka, tumpahkanlah darah untuknya dan hilangkanlah gangguan darinya.” (HR Bukhari)
Makna dari menumpahkan darah ialah menyembelih hewan aqiqah bagi anak yang dilahirkan merujuk pada menghilangkan kotoran dan najis lahiriah serta batiniah sang anak.
Kami Juga Menyediakan Jasa Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.
Rukun iman merupakan pokok-pokok ajaran yang harus diyakini oleh setiap Muslim sebagai dasar keyakinan dalam agama Islam. Keyakinan ini membentuk fondasi yang kokoh dalam kehidupan spiritual dan moral seorang Muslim, serta memberikan panduan dalam memahami hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Adapun rukun iman terdiri dari enam pokok ajaran yang wajib diterima dan …
Olahraga untuk ibu hamil sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, serta mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan. Namun, sebelum memulai, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat memilih jenis olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan. Pengertian Olahraga Ibu Hamil Olahraga ibu hamil adalah serangkaian aktivitas fisik yang dilakukan oleh wanita hamil …
Rukun Islam: Panduan Hidup bagi Umat Muslim Rukun Islam merupakan lima pilar fundamental yang membentuk dasar ajaran Islam. Setiap rukun memiliki makna dan praktik yang mendalam, mengarahkan umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan masing-masing rukun secara mendetail dan pentingnya dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. 1. Hadis tentang …
Bulan Safar menjadi salah satu bulan Allah yang mulia dimana Allah SWT menurunkan banyak bala dan juga cobaan serta musibah pada bumi. Akan tetapi, beberapa musibah tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan qadha dan qadar dari Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberi penjelasan tentang umat yang tidak diperbolehkan untuk percaya pada sebuah penyakit …
Dalam agama Islam, membaca doa melancarkan rezeki dan usaha adalah salah satu amalan yang harus dilakukan untuk dikaruniai keberkahan. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa berusaha diiringi dengan doa agar dapat memperoleh rezeki halal dan berkah. Dalam Al-Qur’an, umat manusia telah diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 168, Allah …