Amalan di Bulan Syaban

Bulan Sya’ban menjadi bulan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan. Tentunya, bulan ini memiliki segudang manfaat bagi Anda, untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas diri. Bulan ini juga memiliki berbagai sunnah rasul yang dapat diikuti oleh seluruh umat Islam. Dalam (HR Al – Bukhari) bahwa Rasulullah SAW berpuasa selama bulan Ramadan, dan lebih sering melakukan puasa sunnah di bulan sya’ban daripada bulan yang lainnya. Keberkahan dan kelimpahan, hadir pada bulan Sya’ban. Dimana Allah SWT membukakan pintu langit supaya hamba-Nya dapat meminta dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya.

Tak hanya itu, Allah SWT juga membuka pintu rahmat dan ampunan bagi manusia yang senantiasa memohon ampun atas segala dosa dan kejahatan yang telah diperbuat oleh hamba-Nya semasa hidup. Sementara itu, amalan yang dapat dikerjakan selama bulan sya’ban bukan hanya berpuasa saja. Melainkan dengan memperbanyak istighfar, memperbanyak doa,dan membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.

Baca Juga Jasa Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Sebagaimana dijelaskan secara eksplisit dalam hadis berikut ini :

وقد روى ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر

Artinya: “Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa, dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.”

Amalan-amalan di Bulan Syaban :

1. Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Dilansir dari Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, amalan yang dianjurkan di bulan Syaban adalah berpuasa sunnah. Puasa ini dikerjakan tanpa terikat hari-hari tertentu. Orang yang mengerjakan puasa sunnah di bulan Syaban dijanjikan pahala yang besar karena bulan ini termasuk ke dalam bulan mulia. Berikut puasa yang bisa dikerjakan selama Syaban :

  • Puasa Nisfu Syaban

Puasa yang dikerjakan pada Nisfu Syaban atau pertengahan bulan hukumnya sunnah. Rasulullah SAW dalam sabdanya mengatakan:

“Jika tiba waktu malam nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan rahmat-Nya mulai tenggelamnya matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman, ‘Siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni. Siapa yang minta rezeki akan Aku beri rezeki. Siapa yang terkena musibah akan Aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu seterusnya, sampai waktu terbitnya fajar (matahari).” (HR. Ibnu Majah).

  • Puasa Sunnah Syaban

Puasa sunnah di bulan Syaban sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Nabi SAW berpuasa sunah di bulan Syaban hampir satu bulan penuh.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah RA mengatakan :

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah SWT melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan, saya juga tidak pernah melihatnya sangat banyak melakukan puasa selain pada bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitupun yang diriwayatkan dalam hadis Tirmidzi dan Nasa’i bahwa Ummu Salamah berkata sebagai berikut :

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut, kecuali pada bulan Syaban dan bulan Ramadhan.”

  • Puasa Senin-Kamis Bulan Syaban

Hari Kamis dan Senin di bulan Syaban memiliki keistimewaan yang luar biasa apabila dijalankan dengan berpuasa. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa pada hari Kamis di bulan Syaban para malaikat sibuk menghiasi langit.

Kemudian mereka berseru, “Wahai Tuhan kami, ampunilah orang- orang yang berpuasa pada hari ini dan kabulkanlah doa mereka.” Rasulullah SAW juga mengatakan dalam sabdanya sebagai berikut :

“Barang siapa berpuasa pada hari Senin dan Kamis di bulan Syaban, maka Allah SWT akan mengabulkan kepentingan dunia dan akhiratnya masing-masing dua puluh kepentingan.”

2. Berdoa Menyambut Bulan Syaban

Begitu memasuki Syaban, Rasulullah SAW membaca sebuah doa. Doa tersebut dibaca berulang kali agar pahala yang didapatkan semakin besar.

Berikut rincian doanya lengkap Arab, Latin, dan artinya :

Selain itu, para sahabat Rasulullah SAW juga mengamalkan sebuah doa di bulan Rajab dan Syaban. Bacaan doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ سَلَّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلَّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلا

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”

3. Doa Malam Nisfu Syaban

Nisfu Syaban merupakan waktu yang istimewa untuk memanjatkan doa. Para ulama mengutip doa nabi Adam AS ketika turun ke bumi, thawaf tujuh kali di Ka’bah, dan salat dua rakaat di belakang maqam. Bacaan doanya dirincikan sebagai berikut :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤَلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِنِي بِقَضَائِكَ

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

4. Berdzikir

Amalan berikutnya yang bisa dikerjakan pada bulan Syaban adalah berdzikir. Memperbanyak dzikir menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Adapun bentuk dzikir yang biasa dikerjakan oleh para ulama adalah sebagai berikut :

Bacaan Istighfar :
Dzikir ini dibaca sebanyak 70 kali setiap harinya sepanjang bulan Syaban. Berikut rincian bacaannya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”

Tidak hanya itu, bacaan istighfar berikut ini juga bisa dibaca setiap hari sebagai amalan bulan Syaban:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Bacaan Dzikir :
Sama seperti bacaan istighfar, dzikir ini juga dibacakan sebanyak 70 kali setiap harinya. Berikut bacaannya dalam Arab, latin, dan terjemahan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.”

5. Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syaban

Membaca surah Yasin menjadi amalan yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Amalan ini lebih utama dikerjakan bersama-sama setelah waktu salat magrib.

Surah Yasin dibaca sebanyak tiga kali berturut-turut dengan niat yang berbeda-beda. Bacaan pertama diniatkan untuk meminta umur panjang yang diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Bacaan Yasin yang kedua diniatkan agar dijaga dari marabahaya serta diberi kelapangan rezeki yang baik dan halal. Sementara itu, bacaan ketiga diniatkan agar hati senantiasa merasa cukup dan khusnul khotimah.

Jika telah selesai membaca Yasin sebanyak tiga kali, umat muslim disunnahkan membaca doa. Berikut doa yang biasa dilafalkan setelah membaca Yasin di malam Nisfu Syaban:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمَ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، إِكْشِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dzat yang mempunyai anugerah, dan Engkau tidak diberi anugerah, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, wahai Dzat yang mempunyai kekuasaan dan memberikan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau- lah Penolong orang-orang yang memohon pertolongan, Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan Pemberi Keamanan kepada orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu dalam induk catatan sebagai orang-orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu dijauhkan dari-Mu, atau disempitkan dalam mendapat rezeki, dengan karunia-Mu, ya Allah, hapuskanlah kecelakaan kami, keterhalangan kami, kejauhan kami dari rahmat-Mu, dan kesempitan rezeki kami. Dan tetapkanlah kami di sisi-Mu dalam catatan sebagai orang-orang yang berbahagia, diberi rezeki yang luas, serta diberi petunjuk menuju kebajikan. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada rasul-Mu, sedangkan firman-Mu itu benar, Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi-Nya terdapat induk kitab. Tuhan kami, dengan tajalli-Mu (penampakan sifat-Mu) Yang Maha Besar pada malam Nishfu Sya’ban yang mulia ini, saat setiap urusan dibedakan dan ditetapkan di dalamnya, kami memohon kepada-Mu agar Engkau palingkan kami dari segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Paling Mulia dan Paling Pemurah. Dan, semoga Allah senantiasa memberi rahmat serta kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya.”

6. Membaca Doa Syekh Abdul Qadir Jailani

Pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan untuk berdoa setelah membaca Yasin. Berikut ini salah satu doa yang bisa dipanjatkan.

Diambil dari Syekh Abdul Qadir Jailani, berikut rincian doanya:

اللَّهُمَّ إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَوَسِعْ رِزْقَكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيْهَا بِبَعْضِ حَقِكَ. اللَّهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيْهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذَلِكَ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ مَعَ ذَلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلَغْنَا مَا لَا تَبْلُغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِوَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah memunculkan malam Nisfu Sya’ban pada makhluk-Mu maka curahkan atas kami anugerah dan pembebasan-Mu (dari neraka), takdirkanlah untuk kami kebaikan dari keutamaan-Mu, perluaslah curahan rezeki-Mu untuk kami, jadikanlah kami di malam itu termasuk orang yang bangkit melaksanakan hak-Mu. Ya Allah, orang yang Engkau tentukan takdirnya di malam itu dengan kematiannya, maka bersamakanlah dengan rahmat-Mu, dan orang yang Engkau takdirkan berumur panjang maka jadikanlah rahmat-Mu bersamanya, dan sampaikanlah kami pada tujuan mulia yang tidak tercapai oleh angan-angan, wahai sebaik-baik Dzat yang bersimpuh di hadapan-Nya semua telapak kaki, wahai Tuhan sekalian alam, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Pengasih. Semoga shalawat Allah tercurah pada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik makhluk, dan atas keluarga serta sahabat kesemuanya.”

7. Bersedekah

Amalan berikutnya yaitu dengan bersedekah di bulan Syaban. Hal tersebut diriwayatkan oleh Imam Shadiq, ketika dia ditanya tentang amalan terbaik di bulan Syaban. Imam Shadiq mengatakan bahwa bersedekah dan beristighfar adalah amalan terbaik yang bisa dilakukan di bulan ini. Seperti yang dijelaskan sebagai berikut :

“Bershadaqah dan membaca istighfar. Barang siapa bershadaqah di bulan Sya’ban, maka Allah Swt. akan memelihara shadaqah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, shadaqah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud.”

8. Salat Sunnah

Pada bulan Syaban, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah khususnya pada hari Kamis. Salat sunnah ini terdiri dari dua rakaat. Pada masing-masing rakaat, setelah membaca surah al-Fatihah dilanjutkan dengan surah pendek al-Ikhlas yang dibaca sebanyak 100 kali. Setelah salam, dianjurkan untuk membaca shalawat sebanyak 100 kali.

9. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan pada bulan Syaban untuk meningkatkan amal ibadah. Puasa Ayyamul Bidh sendiri adalah puasa yang dikerjakan pada pertengahan bulan, tepatnya tanggal 13, 4, dan 15 dalam kalender Islam.

Niat yang dibaca pada puasa Ayyamul Bidh adalah niat mutlak dengan melafalkan “Saya niat puasa”. Namun, alangkah lebih baik apabila membaca niat khususnya berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

10. Memperbanyak Shalawat

Bulan Syaban dianjurkan untuk diisi dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Terlebih lagi, bulan ini disebut sebagai bulannya Rasulullah.

Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya menerangkan bahwa perintah bersholawat diturunkan Allah SWT tepat di bulan Syaban. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah al-Ahzab ayat 56 berikut :

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ibnu Abi Al-Shayf al-Yamani juga bahkan mengatakan bulan Syaban merupakan bulannya sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis, jika seseorang bershalawat kepada Nabi SAW maka Allah SWT akan bersholawat untuk hamba itu sebanyak 10 kali.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut ini :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من صلى علي واحدة صلى الله عليه عشرا

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah saw bersabda: Siapa yang bershalawat untukku sekali, Allah SWT bershalawat untuknya 10 kali.”

Adapun bacaan sholawat yang bisa dibaca, diwasiatkan Habib Umar bin Hafidz berikut ini :

اللهُمّٓ صَلِّ وسلِّم على سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ حَبيبِ الرَّحْمَنْ، عَدَدَ ما يَكونْ وما قَدْ كَانْ

Shalawat ini dapat dibaca semampunya mulai dari 3000 hingga 10000 kali.

11. Membaca Tasbih Nabi Yunus

Amalan berikutnya yaitu membaca tasbih Nabi Yunus. Syekh Abdul Hamid Qudus dalam kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan bahwa seseorang yang membacanya sebanyak 2375 kali di malam Nisfu Syaban akan mendapatkan perlindungan dari bala sampai tahun selanjutnya.

Berikut bacaan tasbih Nabi Yunus :

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”

12. Membaca Ayatul Hirsh

Amalan selanjutnya yaitu membaca Ayatul Hirsh yang merupakan ayat 128-129 dari surah at-Taubah. Imam al-Quthb Sayyidi Abu Ali al-Ahsan al-Ba’qiliy al-Maghribiy mengatakan barangsiapa yang membaca ayat ini sebanyak 500 kali pada malam Nisfu Syaban, maka tidak akan mendapatkan pertanyaan malaikat di alam kubur.

Berikut bacaan ayatnya :

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin,” (QS At Taubah: 128).

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Artinya: “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung,” (QS At Taubah: 129).

13. Membaca Surah Ad-Dhukhan

Imam al-Saraji mengatakan bahwa orang yang membaca awal surat ad-Dukhan hingga ayat ke-8 dari awal bulan Sya’ban hingga 15 Sya’ban sebanyak 30 kali, kemudian ia berdzikir dan bershalawat kepada Nabi SAW dan berdoa dengan apa yang ia kehendaki, niscaya doanya akan dikabulkan dengan segera.

Surah ad-Dhukhan aayat 1-8 dibaca pada awal bulan Syaban sampai tanggal 15 sebanyak 30 kali. Kemudian dilanjutkan dengan berdzikir, bershalawat kepada Nabi SAW, dan memanjatkan doa.

Imam al-Saraji mengatakan, seseorang yang mengerjakannya, niscaya Allah akan mengabulkan doanya segera. Berikut rincian bacaannya :

حٰمٓ (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4) أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (5) رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (6) رَبِّ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ (7) لَا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الأوَّلِينَ (8)

Artinya: “Ha Mim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”

14. Membaca Al Quran

Keutamaan membaca Al Quran telah dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis berikut ini :

Artinya: Dari Abu Umamah, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR Muslim)

Demikianlah amalan-amalan di dalam bulan syaban, semoga kita bisa mendapatkan keutamaan berkah dan ampunan dari Allah SWT. Kami Juga Menyediakan Jasa Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi Anda Yang Ingin Aqiqah Bisa Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *