Kelahiran buah hati memang memberi euforia tersendiri. Sebagai orang tua, kamu pasti telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambutnya, mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, tempat tidur, dan lain sebagainya. Akan tetapi, di tengah semangat persiapan ini, jangan sampai lupa untuk melaksanakan acara tasyakuran aqiqah, ya.
Nah, apa saja yang harus dipersiapkan? Yuk, simak artikel ini!
Apa itu tasyakuran?
Tasyakuran adalah istilah yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia. Istilah ini sudah menjadi tradisi dalam masyakarat Indonesia. Umumnya, budaya tasyakuran ini benyak dilakukan di masyarakat desa yang masih menjunjung adat istiadat.
Secara umum, tasyakuran adalah kegiatan atau upacara yang dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur, bersyukur, atau merayakan sesuatu yang dianggap sebagai berkah, nikmat, atau kebaikan. Acara ini dilakukan untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikanNya.
Sebenarnya, bentuk rasa syukur dapat diwujudkan dalam berbagai macam bentuk, yang paling sederhana dengan mengucapkan hamdalah atau bersujud syukur. Namun tidak sedikit umat Islam yang menggelar tasyakuran sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Makna dan Perintah Aqiqah Dalam Islam
aqiqah dalam istilah agama berarti penyembelihan hewan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerahnya, dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Biasanya aqiqah dilakukan saat anak berusia tujuh hari. Tetapi ada juga yang baru mengaqiqahkan anaknya pada hari ke-14 atau ke-20 usai kelahiran sang anak.
Sebenarnya, masyarakat Arab sudah mengenal dan melakukan tradisi aqiqah dan memahami pengertian aqiqah jauh sebelum masa kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Mereka melakukan hal itu untuk anaknya yang baru lahir, terutama anak laki-laki. Ketika itu orang-orang Arab di masa jahiliyah menyembelih kambing Ketika anaknya lahir. Darah kambing yang disembelih lalu diambil kemudian dilumuri ke kepala sang bayi.
Lantas, bagaimana sebenarnya hukum aqiqah dalam Islam?
Dilihat dari sisi hukumnya, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Adapun hadist terkait aqiqah yang cukup kuat
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى
Artinya: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disemebelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Abu Dawud)
Bolehkah Berhutang Untuk Aqiqah?
Seorang muslim dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah dan tidak wajib menurut pendapat yang kuat, dan hendaknya orang yang memiliki kemampuan melaksanakan sunnah ini.
Adapun orang yang belum mampu saat itu maka jika dia memiliki sumber penghasilan yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya di kemudian hari maka tidak mengapa dia berhutang
Imam Ahmad rahimahullahu berkata:
إذا لم يكن عنده ما يعق فاستقرض رجوت أن يخلف الله عليه إحياء سنة
“Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah.” (Al-Mughny, Ibnu Qudamah 13/395)
Namun kalau tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matnil Iqna’, Manshur bin Yunus Al-Bahuti 2/353)
Allah ta’ala berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ)(التغابن: من الآية16)
“Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.”
Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:
وأما الاستقراض من أجل العقيقة فينظر، إذا كان يرجو الوفاء كرجل موظف، لكنه صادف وقت العقيقة أنه ليس عنده دراهم، فاستقرض من شخص حتى يأتي الراتب، فهذا لا بأس به، وأما إذا كان ليس له مصدر يرجو الوفاء منه، فهذا لا ينبغي له أن يستقرض
“Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka ini tidak mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang.” (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081-878-9119
Ide Susunan Acara Tasyakuran Aqiqah
Acara aqiqah biasanya dihadiri oleh keluarga, kerabat juga tetangga. Ada yang mengadakan acara aqiqah menggunakan adat namun ada juga yang tidak. Semua dikembalikan ke yang mengadakan hajatan.
Berikut ini susunan acara aqiqah :
1. Pembukaan
Acara dibuka oleh pembawa acara dengan mengucapkan salam serta selamat datang bagi tamu undangan.
2. Pembacaan Ayat Suci Alquran
Susunan acara yang kedua adalah pembacaan ayat suci Alquran Di sini kamu perlu mencari seseorang yang mahir dalam membaca Alquran.
3. Sambutan
Sebagai yang punya hajatan sekaligus orang tua bayi yang akan aqiqah, kamu akan memberikan sambutan. Bisa bentuk doa, rasa syukur juga ucapan terima kasih.
4. Doa dan Shalawat Saat Pencukuran Rambut Bayi
Di beberapa daerah dilakukan doa dan shalawat kemudian saat Shalawat Nabi di lantunkan bayi akan di gendong orang tuanya dan dibawa memutari Jemaah yang hadir sambil dipotong sedikit demi sedikit rambutnya. Kemudian dilanjutkan dengan doa-doa lagi.
5. Pengajian
Ini adalah opsi jadi bisa dilakukan bisa tidak tergantung anggaran yang dimiliki pemilik hajat. Pengajian ini isinya tentang ceramah aqiqah. Bisa mengundang ustadz atau penceramah. Susunan acara aqiqah anak tidak ribet, hanya pendek saja yang penting inti acaranya bisa terlaksana dengan baik.
6. Penutup
Terakhir, pembawa acara menutup serangkaian proses acara tasyakuran aqiqah dengan bacaan hamdalah dan salam.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Syukuran Aqiqah
Tasyakuran aqiqah tidak harus dilakukan secara mewah dan berlebihan. Bagaimanapun, ingat bahwa tujuan dari mengadakan acara ini adalah sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan bermaksud berbagi kebahagiaan dengan orang-orang sekitar.
Adapun beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat akan melakukan aqiqah anak adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak semua muslim harus melakukan aqiqah. Jika kamu mampu, maka lakukanlah.
Waktu paling afdal melakukan aqiqah adalah hari ketujuh. Meski begitu, kamu bisa juga mengaqiqahkan anak pada hari ke-14 atau ke-21. Tentunya, waktu penyelenggaraan aqiqah dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang tua.
Jadi, tak masalah jika kamu baru mampu mengaqiqahkan anak lebih dari waktu yang disebutkan itu. Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.
2. Syarat hewan aqiqah
Di samping jumlah hewan aqiqah untuk bayi laki-laki dan perempuan, berikut beberapa ketentuan lain yang harus kamu ketahui dan penuhi saat memilih hewan aqiqah. Usia kambing minimal 1 tahun, sedangkan domba 6 bulan, Usia minimal unta yang akan dikurbankan adalah 5 tahun serta sudah atau sedang masuk ke tahun ke-6 dari usianya, untuk berkurban dengan kerbau, syarat minimalnya adalah kerbau usia 2 tahun atau telah masuk usia ke-3.
Tidak catat dengan ketentuan yang dimaksud cacat adalah:
- buta sebelah matanya
- sakit
- pincang
- sangat kurus hingga tidak punya sumsum tulang
- diutamakan jantan, tetapi betina juga diperbolehkan
3. Proses penyembelihan
Proses menyembelih hewan aqiqah juga perlu dipastikan sesuai syariat, seperti:
- menghadap ke kiblat
- membaca basmalah
- membaca takbir
- membaca salawat Nabi
- membaca doa
- menyembelih dileher atau pangkal leher
- tidak menyakiti hewan
Menyembelih hewan kurban adalah salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam saat Idul Adha. Kegiatan penyembelihan utamanya dilakukan saat hari Nahr atau Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah). Namun, menurut sebagian ulama, menyembelih hewan kurban juga bisa sewaktu hari-hari tasyrik pada 11-13 Zulhijah.
Dan Menunaikan aqiqah adalah salah satu cara mengikuti sunah Rasulullah SAW. Tentunya, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar tak sampai menyalahi syariat dan justru menimbulkan mudarat.
Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi Anda Yang Ingin Aqiqah Bisa Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081-878-9119

WA Sekarang