Pengertian & Makna Malam Lailatul Qadar

Pengertian & Makna Malam Lailatul Qadar

Apa Itu Malam Lailatul Qadar ? Dari segi bahasa, lailatul qadar terdiri atas dua kata, yaitu ‘lail’ yang artinya malam, sedangkan ‘qadar’ sendiri memiliki makna yang beragam. Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang sangat penting yang terjadi pada bulan Ramadhan yang mulia. Bahkan dalam Al-Quran surat Al-Qadr ayat 3, Allah SWT menetapkan keutamaan malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, namun terdapat petunjuk dalam Al-Quran dan hadits yang memberikan informasi tentang tanda-tanda dan keistimewaan malam ini. Selain membaca tanda-tanda dan berusaha mendapatkan malam lailatul qadar, kita juga perlu memahami arti dan makna lailatul qadar itu sendiri. Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.  Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Quran, memberikan penjelasan terkait arti dan makna kata qadar dalam Al-Quran. Terdapat tiga arti pada kata qadar, sebagai berikut : 1. Qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun. Al-Quran yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok. 2. Qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An am yang berbicara tentang kaum musyrik : Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay i ( mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia ).    3. Qadar berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi sehingga mereka berhimpitan, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar : ” pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. “ Kata qadar yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra du : “ Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya wa yaqdiru ” (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).
Dalil Tentang Lailatul Qadar 
Dibanding malam-malam di bulan Hijriah lainnya, malam lailatul qadar merupakan salah satu yang cukup banyak disebutkan di hadist, begitu pula surah dalam Al-Qur’an. Surah Al-Qur’an yang menjelaskan tentang malam lailatul qadar adalah surah ke-97, yaitu Surah Al-Qadr. Dalam kelima ayat yang ada di dalamnya, dijelaskan bahwa lailatul qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan. Selengkapnya berikut bacaan Surah Al-Qadr ayat 1-5 beserta terjemahannya : اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Artinya : ” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar. “ Di samping itu, pada awal Surah Ad-Dukhan juga dapat mengetahui bahwa lailatul qadar merupakan malam yang diberkahi : حم, وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ، إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ. فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ، أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ, رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ Artinya : ” Haa mim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. ” (QS. Ad-Dukhan [44]:1-7)
Makna Malam 
Menurut buku berjudul Jaminan Mendapat Lailatul Qadar karya Ahmad Sarwat, malam secara ketentuan syariat adalah rentang waktu yang ditandai mulai dari terbenamnya matahari di ufuk barat hingga terbitnya fajar di ufuk timur.
Malam dimulai dari terbenamnya matahari sebagaimana disebut dalam Alquran, ” Kemudian sempurnakanlah puasa itu (datang) malam. ” [QS. Al Baqarah: 187]. 
Malam diakhiri dengan terbitnya fajar yaitu masuknya waktu subuh, sebagaimana disebutkan di dalam Alquran, ” Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ” [QS. Al Qadar: 5].
Makna Qadar 
Istilah qadar punya banyak sekali makna dan muncul berkali-kali dalam Alquran juga dengan makna yang berbeda-beda, bergantung konteks atau siyaq-nya. Berikut penjabarannya :
1. Kemuliaan 
Penggunaan kata al-qadaru yang merujuk pada makna kemuliaan dapat dijumpai pada surat Az Zumar ayat 67, ” Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya. ” 
Malam lailatul qadar bisa diartikan mulia karena bertepatan dengan sebagai malam diturunkannya Alquran. Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.
2. Ukuran 
Di dalam surat Az Zukhruf ayat 11, qadar merujuk pada makna ukuran atau takaran. Disebutkan, ” Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). “
3. Mempersempit 
Penggunaan istilah al-qadaru dengan makna mempersempit bisa ditemukan dalam surat Ar-Ra’ad ayat 26, ” Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit. “Mempersempit di sini karena banyaknya malaikat yang turun ke Bumi untuk mengatur berbagai urusan, sehingga Bumi menjadi sempit. Selain itu, makna sempit dimungkinkan merujuk pada penetapan kapan jatuhnya malam itu, yang hingga kini masih sering menjadi perdebatan.
4. Kemampuan 
Kata qadaruhu seperti yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 236 merujuk pada kemampuan atau suatu pemberian yang sepatutnya menurut syariat. ” Dan hendaklah kamu berikan suatu mut’ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya. “
5. Waktu Yang Ditentukan 
Kata qadariy dalam surat Thaha ayat 40 merujuk pada makna janji atau waktu yang ditetapkan. Dalam konteks ini, maksudnya adalah sesuai dengan waktu penetapan pengangkatan kerasulan dan kenabian. ” Maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa. “
Selain itu, Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-Mughni menyebutkan bahwa malam qadar disebut sebagai malam penetapan karena malam itu Allah SWT menetapkan segala sesuatu untuk tahun tersebut, baik hal-hal terkait dengan kebaikan atau keburukan termasuk juga urusan pengaturan rezeki dan keberkahan.
Di malam Lailatul Qadar inilah, umat muslim disarankan untuk melakukan ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan, seperti sholat malam, tadarus Al Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan berbuat baik pada sesama. Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119. 
WhatsApp WA Sekarang
Pesan Sekarang