Beberapa Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Di usia kehamilan yang lebih muda, kepala bayi memang umumnya masih berada di atas. Pada masa ini, bayi masih memiliki tubuh yang kecil sehingga memungkinkan untuk bergerak lebih leluasa di dalam rahim.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, posisi kepala bayi bisa berubah perlahan-lahan menuju ke jalan lahir dan bertahan di sana. Hal inilah yang menyebabkan bayi prematur lebih berisiko mengalami posisi sungsang. Bayi sungsang masih bisa dilahirkan dengan normal. Namun, pada kasus tertentu, ibu yang hamil bayi sungsang mungkin akan lebih dianjurkan untuk menjalani operasi caesar.

Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Umumnya, posisi janin dalam kandungan ibu akan terus bergerak. Mendekati persalinan, pergerakan tersebut akan membawa kepala bayi di bawah atau di dekat jalan lahir. Namun sebaliknya, posisi bayi sungsang adalah kondisi ketika kepala bayi tidak kunjung berada di bawah, bahkan tetap berada di atas saat usia kehamilan sudah lebih dari 36 minggu.

Lantas, apa yang menyebabkan posisi bayi sungsang ? Mari simak selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Posisi Bayi Sungsang?

Posisi bayi sungsang (breech birth) adalah kondisi ketika posisi kepala janin di dalam kandungan tetap berada di atas sekalipun usia kehamilan sudah lebih dari 36 minggu. Normalnya, ibu dapat merasakan detak jantung janin di bawah pusar. Namun, dalam posisi sungsang, detak jantung janin akan terasa di atas pusar.

Kondisi posisi bayi sungsang ini umumnya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Adapun tanda posisi bayi sungsang yang kerap dirasakan oleh ibu adalah sesak napas dan munculnya tendangan di perut bagian bawah atau kandung kemih. Jika ibu merasakan beberapa gejala ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan posisi bayi sungsang dalam kandungan adalah :

1. Letak Plasenta

Plasenta yang letaknya menutupi rongga panggul dapat membuat kepala bayi jadi sulit untuk masuk ke arah jalan lahir, atau malah menjauhinya. Akibatnya, posisi kepala bayi jadi tidak tepat berada di bawah.

2. Terlilit Tali Pusat

Di dalam kandungan, bayi normalnya memang selalu aktif bergerak. Itulah sebabnya terlilit tali pusatnya sendiri adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Hal itu pun membuat bayi jadi sulit berputar di dalam rahim, sehingga posisi kepalanya jadi tidak bisa berada di bawah ketika sudah dekat waktu persalinan.

3. Volume Air Ketuban

Posisi bayi jadi sungsang juga bisa terjadi karena jumlah air ketuban, baik terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Jika air ketuban terlalu banyak, bayi jadi terlalu sering berubah posisi, sedangkan air ketuban yang terlalu sedikit juga bisa membuat bayi sulit bergerak di dalam kandungan.

4. Panggul Ibu Terlalu Sempit

Tak hanya dari bayi, faktor dari bentuk fisik ibu juga bisa memengaruhi posisi bayi menjadi sungsang. Ibu dengan bentuk panggul yang sempit dapat membuat kepala bayi sulit memasuki jalan lahir. Jadi ketika ia bergerak, posisinya akan kembali berputar dengan bokong berada di bawah.

5. Hamil Kembar

Kehamilan kembar memang memiliki lebih banyak risiko ketimbang kehamilan tunggal. Hal ini juga membuat ruang gerak bayi terbatas, sehingga sulit baginya untuk berputar dan menemukan jalan lahir ketika telah dekat waktunya.

6. Miom

Posisi bayi juga dapat menjadi sungsang jika sang ibu mengidap miom pada rahimnya. Keberadaan benjolan miom itu akan membuat gerak bayi dalam kandungan terhambat.

7. Plasenta Previa

Plasenta Previa adalah kondisi plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Posisi plasenta seperti ini akan membuat kepala bayi sulit mengarah ke jalan lahir.

Ada banyak hal yang meningkatkan risiko seorang ibu mengalami plasenta previa, di antaranya adalah jika ia memiliki riwayat operasi pada rahim atau jika ia berumur lebih dari 35 tahun.

8. Adanya Kelainan atau Komplikasi

Jika ibu hamil memiliki rahim yang berbentuk tidak normal, seperti uterus berbentuk hati (Bicornuate Uterus) atau komplikasi lain, seperti fibroid, risiko bayi sungsang menjadi lebih tinggi dan sulit untuk lahir secara normal.

Posisi bayi sungsang hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG). Namun, jika pemeriksaan dilakukan pada usia kehamilan di bawah 28 minggu, posisi bayi masih terus akan berubah. Jadi, jika ingin mendeteksi apakah posisi bayi sungsang atau tidak, pemeriksaan USG idealnya dilakukan jika usia kehamilan telah menginjak usia 37 minggu. Jika ditemukan posisi bayi sungsang, dokter biasanya akan melakukan tindakan pemutaran dari luar.

Jadi, pastikan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter secara berkala, selama kehamilan. Agar segala bentuk kelainan yang dapat menyulitkan persalinan dapat dideteksi sejak dini. Jika membutuhkan saran dokter seputar kehamilan, ibu bisa bertanya pada dokter spesialis kandungan.

Kami Juga Melayani Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *