Beragam Tradisi Unik Idul Adha Di Berbagai Negara

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh setiap tanggal 10 Zulhijah. Perayaan Hari Raya Idul Adha juga menjadi peringatan terhadap peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhannya kepada Allah SWT.

Namun, sebelum Nabi Ibrahim AS sempat mengorbankan putranya, Allah SWT menggantikan Ismail AS dengan seekor domba. Hal ini menjadi sejarah bagi setiap muslim atas disyariatkannya menyembelih hewan kurban setiap perayaan Idul Adha.

Di Indonesia, perayaan Idul Adha biasanya dimulai dengan melaksanakan sholat Ied kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada masyarakat sekitar. Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Berbeda dari Indonesia, di negara lain pun turut memiliki tradisi tersendiri saat merayakan hari raya kurban. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini negara yang memiliki tradisi unik merayakan Idul Adha.

Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara

1. Menyembelih Unta di Arab Saudi

Hari Raya Idul Adha merupakan satu dari tiga hari libur yang diisi dengan acara perayaan oleh penduduk Arab Saudi. Mengutip situs Visit Saudi, dua hari libur lainnya yang diisi dengan perayaan adalah Hari Nasional (National Day) dan Hari Raya Idul Fitri Tradisi unik di Arab Saudi untuk merayakan Idul Adha adalah menyembelih unta.

Namun, sebagian umat Islam Arab Saudi juga berkurban domba atau kambing. Saat perayaan Idul Adha, sebagian besar kegiatan bisnis di Arab Saudi tutup selama tiga hari. Jika berkunjung ke Arab Saudi saat Idul Adha, jangan lewatkan kesempatan menarik untuk pergi ke desa-desa guna perayaan tradisi Idul Adha. Menariknya, daging kurban di Arab Saudi didistribusikan sampai ke negara tetangga yang membutuhkan.

2. Jalanan Berlumur Darah Hewan Qurban di Mesir 

Saat Hari Raya Idul Adha, jalanan di Kairo, Mesir dipenuhi dengan darah dari hewan kurban, seperti dikutip dari Daily News Egypt. Sudah menjadi tradisi masyarakat setempat, bahwa proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di pinggir jalan. Menghindari melihat darah di jalanan Kairo, Mesir pada Hari Raya Idul Adha adalah hal yang mustahil.

Hewan kurban di Mesir pada umumnya berapa domba, kambing, sapi,  atau unta. Proses penyembelihan hewan kurban tersebut dapat dilakukan kapan saja mulai dari setelah shalat Ied, yaitu 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah yang bertepatan dengan akhir hari tasyrik.

Tradisi unik di Kairo, Mesir adalah melepas balon berwarna-warna sebagai ungkapan kegembiraan di hari raya. Perayaan tersebut dilakukan di Masjid Al-Seddik, Kairo. Umat Islam menggelar ibadah shalat Ied di bawah kantong besar yang berisi balon. Usai shalat, balon-balon tersebut akan dilepas yang disambut dengan sukacita umat Islam.

3. Pulang Kampung di China 

Sebagian umat Islam China mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha  beberapa pekan sebelum hari H. Pada umumnya, muslim China memasak kue dan makanan ringan untuk menyambut Lebaran Haji. Selain itu, mereka memiliki tradisi pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.

4. Memandikan dan Merias Hewan Qurban di Pakistan 

Umat Islam Pakistan memiliki tradisi unik yakni memandikan dan merias hewan kurban. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan hewan kurban, tradisi ini bertujuan untuk menghormati Nabi Ibrahim As. Para wanita muslim menghiasi tangan mereka dengan henna organik dan mengenakan jilbab warna-warni sebelum shalat Ied.

Sementara para pria mengenakan pakaian tradisional Pakistan, salwar kameez serta parfum alami.  Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Pakistan menetapkan libur Hari Raya Idul Adha selama empat hari. Tepatnya, mulai dari 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan akhir hari tasyrik.

5. Bertukar Hadiah di Kazakhstan 

Guna memeriahkan perayaan Hari Raya Idul Adha, warga Kazakhstan berkumpul untuk bertukar hadiah dan berbagi makanan dengan orang yang kurang beruntung. Bagi mereka, Idul Adha sudah menjadi perayaan budaya lokal.  Selain itu, warga Kazakhstan membuka pintu rumah mereka untuk  dikunjungi sanak saudara atau tetangga. Mereka juga menyediakan aneka hidangan khas Kazakhstan.

6. Mengenakan Pakaian Tradisional di Kosovo 

Hari Raya Idul Adha di Kosovo dikenal sebagai Kurban Bajramit. Uniknya, anak-anak kecil di negara itu mengenakan pakaian tradisional Kosovo berwarna cerah dan kopiah berwarna-warni saat melaksanakan shalat Ied. Sementara, para orang dewasa berdandan rapi mengenakan pakaian terbaik mereka untuk melaksanakan shalat Ied.

7. Ibadah Haji di Mekkah 

Berbicara mengenai Hari Raya Idul Adha erat kaitannya dengan ibadah haji di Mekkah. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji. Sebab, para jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, untuk berdoa dan berzikir sampai matahari terbenam.

Selanjutnya, jemaah haji menuju Muzdalifah untuk bermalam atau mabit di sana.  Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji mengumpulkan batu kerikil di tempat ini, yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.

8. Ziarah Masjid Nabawi di Madinah 

Selain Mekkah, Madinah merupakan kota suci umat Islam di dunia. Saat Hari Raya Idul Adha, para jemaah haji yang sudah selesai menunaikan ibadahnya, berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.

Masjid Nabawi mempunyai nilai sejarah lantaran merupakan masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah. Usai ziarah, jemaah haji biasanya membeli oleh-oleh di dekat Masjid Nabawi, seperti kain, makanan, dan perhiasan.

9. Perayaan Empat Hari Penuh di Bangladesh 

Sejumlah negara merayakan Hari Raya Idul Adha selama empat hari penuh, salah satunya adalah Bangladesh. Warga Bangladesh berbondong-bondong mudik ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga. Hal ini merupakan tradisi turun temurun di Bangladesh.

10. Lebaran Agung di Maroko 

Masyarakat Maroko menyebut Idul Adha sebagai ” lebaran agung “ dan menyambutnya dengan mengadakan liburan selama tiga hari sebelum hari raya. Mereka juga mengoleskan henna atau daun pacar ke dua tanduk hewan kurban dan mempercayainya sebagai pertanda baik.

Seminggu menjelang hari raya, para petani dan peternak akan menjual hewan kurbannya. Pemerintah pun turut membayarkan gaji seminggu di muka untuk memberikan kemudahan keuangan selama liburan. Tak hanya itu, bank di Maroko juga menawarkan pinjaman khusus untuk Idul Adha. Di hari raya ini, jalanan Casablanca sebagai jantung perekonomian Maroko akan dipenuhi oleh banyak orang.

11. Meletakkan Sejumlah Uang di Bawah Penutup Kursi di Filipina 

Jumlah muslim di Filipina setara dengan hampir 25 persen dari total populasinya. Mereka lebih suka mengorbankan kambing dan anak sapi daripada domba. Berbeda dengan negara sebelumnya, Idul Adha di Filipina hanya dirayakan selama satu hari saja. Hari libur pun hanya sekadar diumumkan di wilayah mayoritas muslim.

Keluarga muslim biasanya akan berkumpul untuk mengadakan makan bersama. Sementara tuan rumah yang memberikan pesta kurban akan meletakkan sejumlah uang di bawah penutup kursi di meja untuk orang yang duduk di kursi tersebut.

12. Konser di Turkmenistan 

Selama liburan Idul Adha, pemerintah kota di negara Turkmenistan akan menyelenggarakan konser dan berbagai acara. Kebiasaan mereka yang paling menarik, yaitu memasang ayunan besar di seluruh penjuru kota. Masyarakat Turkmenistan percaya bahwa mereka yang menggunakan ayunan akan dibersihkan dari dosa-dosanya.

13. Memakan Melfuf di Aljazair 

Saat Hari Raya Idul Adha, orang-orang Aljazair akan menghabiskan hari pertamanya untuk membeli kayu dan batu bara. Masyarakat Aljazair biasanya akan menyiapkan meja besar dan makan-makanan yang disebut sebagai ‘ melfuf ‘, bentuknya mirip lumpia.

14. Ritual Pesta di Kaukasus 

Negara-negara Kaukasia pernah berada di bawah kekuasaan Union of Soviet Socialist Republics ( USSR ) hingga tahun 90-an. Selama berada di bawah rezim Soviet, seluruh ritual keagamaan di negara tersebut dilarang sehingga umat Islam pun tidak dapat merayakan Idul Adha. Akan tetapi, di tahun 1995 pasar kurban mulai dibangun kembali. Hal tersebut kemudian dapat menghidupkan kembali ritual pesta kurban di negara-negara Kaukasia.

15. Jalan yang dihiasi rangkaian bunga ketika Sholat Ied di Malaysia 

Di Malaysia, umat Buddha dan Muslim hidup saling berdampingan sehingga beberapa ritual hari raya di negara tersebut mencerminkan percampuran budaya ini. Di Kuala Lumpur, jalan-jalan dihiasi dengan rangkaian bunga ketika sholat Ied diadakan.

16. Hawan Sallah dan Hawan Daushe di Nigeria 

Nigeria memiliki tradisi unik dalam menyambut Hari Raya Idul Adha yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, yaitu bernama ‘ Hawan Sallah ‘ dan ‘ Hawan Daushe ‘. Dalam tradisi itu, kuda akan dihias dengan warna-warni pada sebuah parade di Nigeria bagian utara, di mana menjadi daerah dengan populasi muslim terbesar di Afrika.

Nah, itulah pembahasan mengenai sejumlah tradisi unik Hari Raya Idul Adha di berbagai negara di dunia. Semoga kita dapat saling menghargai dan toleransi antar beragam perayaan Idul Adha di dunia.

Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin aqiqah dan berkurban bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *