Kumpulan Hadist Mengenai Qurban

Berkurban adalah salah satu amalan ibadah yang paling utama dalam Islam. Ada banyak hadits yang menjelaskan tentang perintah dan keutamaan kurban. Kata kurban menurut etimologi berasal dari bahasa Arab ‘qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan’ yang artinya dekat. Sehingga melaksanakan kurban dianggap sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Nah, agar lebih memahami tentang ibadah kurban, berikut ini berbagai hadits tentang kurban beserta artinya yang telah dirangkum Slamet Aqiqah dari berbagai sumber. Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

1. Hadits Tentang Perintah Melaksanakan Qurban

Perintah melaksanakan kurban telah disebutkan dengan jelas dalam Al-Quran. Salah satunya terdapat dalam surah Al-Kautsar ayat 3 berikut ini :

فصل لرك وانحر (سورة الكوثر: 3)

Artinya : Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.

Selain dalam Al-Quran, perintah melaksanakan kurban juga terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda ;

عَنْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا (رواه احمد وابن ماجه)

Artinya : ” Dari Abu Hurairah, “Rasulullah SAW telah bersabda, barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami. ” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain dikatakan sebagai berikut,

يَا يُّهَاالنَّاسُ اِنَّ عَلى كُل أهْلِ بَيْتٍ في كلِّ عَامٍ أُضْحِيَّة

Artinya : ” Hai manusia, sesungguhnya atas tiap-tiap ahli rumah pada tiap-tiap tahun disunatkan berkurban. ” (HR Abu Dawud)

2. Hadits Tentang Hukum Berkurban 

Hukum melaksanakan kurban bagi umat muslim adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi yang mampu untuk melaksanakannya. Bahkan, ada sebagian Ulama’ Fiqih yang menghukumi qurban sebagai suatu kewajiban. Kendati demikian, menurut jumhur ulama’ (Mayoritas) hukum kurban adalah sunnah muakkadah. Hal ini dikarenakan keutamaannya yang sungguh sangat besar menurut syara’.

Dalam sebuah Hadits riwayat dari Imam Tirmidzi telah disebutkan dengan jelas hukum melaksanakan kurban,

أنه عليه الصلاة والسلام قال: أمرت النحر وهو سنة لكم

Rasulullah pernah bersabda : aku diperintahkan untuk berkurban, dan berkurban bagi kalian adalah sunnah.

3. Hadits Tentang Keutamaan Berkurban 

Melaksanakan kurban memiliki sejumlah keutamaan. Berikut ini penjelasannya sebagaimana yang disandarkan pada sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW :

  • Jadi Saksi Amal Kebaikan di Akhirat

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya : ” Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya. ” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

Zain al-Arab menjelaskan bahwa ibadah yang paling utama pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan untuk kurban karena Allah. Saat hari kiamat nanti, hewan kurban tersebut akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh seperti di dunia, setiap anggotanya tidak ada yang kurang sedikit pun dan semuanya akan menjadi nilai pahala baginya.

Hewan kurban ini digambarkan secara metaphoris akan menjadi kendaraan untuk berjalan melewati shirath. Hal ini merupakan balasan dan bukti keridhaan Allah kepada orang yang melakukan ibadah kurban tersebut. (Abul Ala al-Mubarakfuri: tt: V/62).

  • Jadi Ibadah Penting Bagi Muslim Yang Mampu

Ibadah kurban merupakan ibadah penting bagi umat muslim yang mampu. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah, yang artinya :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, ” Siapa yang memiliki kemampuan untuk berkurban, tetapi ia tidak mau berkurban, maka sesekali janganlah ia mendekati tempat shalat kami. ” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

  • Media Untuk Meraih Ketaqwaan

Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), disebutkan bahwa keutamaan lainnya dari berkurban adalah sebagai media untuk meraih ketakwaan. Ibadah kurban yang dilakukan bukanlah untuk persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 37, yang artinya :

” Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. ” (Q.S. Al-Hajj: 37)

4. Hadist Tentang Cara Rasulullah SAW Berkurban

Penyembelian hewan kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan tiga Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Saat menyembelih kurban, ada sejumlah ketentuan atau cara yang perlu diperhatikan. Hal ini dijelaskan dalam berbagai hadits.

Berikut ini penjelasannya :

Dalam sebuah hadist, dijelaskan bahwa Rasulullah pernah berkurban dengan domba dan unta/sapi. Dijelaskan bahwa berkurban dengan seekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang, sedangkan unta, sapi, atau kerbau diperuntukkan untuk kurban tujuh orang.

Ketentuan tersebut sebagaimana yang tertuang dalam hadis berikut :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, ” Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang. ” (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322, Abu Dawud: 2426, al-Tirmidzi: 1422 dan Ibn Majah: 3123)

Dalam hadits lainnya disebutkan :

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ (يعني السكين) ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ.

” Dari Aisyah radliyallâhu ‘anhâ, menginformasikan sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mendatangkan satu ekor domba (kibas) yang bertanduk . Kemudian domba itu didatangkan kepadanya untuk melaksanakan kurban. Beliau berkata kepada Aisyah: Wahai Aisyah, ambilkan untukku pisau (golok). Nabi selanjutnya memerintahkan Aisyah: Asahlah golok itu pada batu (asah). Aisyah kemudian melakukan sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah. Kemudian Nabi mengambil golok itu dan mengambil domba (kibasy), kemudian membaringkannya, dan menyembelihnya sambil berdoa: Dengan nama Allah, wahai Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan umat Muhammad, beliau berkurban dengan domba itu. ” (Hadits Shahih Riwayat Muslim 1967)

Berikut ini adalah rangkuman hadits qurban yang perlu diketahui :

  • Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang ingin melaksanakan qurban, hendaklah ia memelihara hewan qurban tersebut hingga datang waktu penyembelihan ” (Hadits Riwayat Bukhari, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 5546). Hadits ini menekankan pentingnya memelihara hewan qurban dengan baik sebelum dilakukan penyembelihan.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Hewan qurban yang terbaik adalah yang paling gemuk dan paling disukai oleh penjualnya ” (Hadits Riwayat Abu Daud, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 2790). Dalam hadits ini, Rasulullah SAW memberikan pedoman dalam memilih hewan qurban yang berkualitas tinggi.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang menyembelih hewan qurban dengan ikhlas semata-mata karena mencari keridhaan Allah, maka ia mendapatkan pahala dan balasan sebanding dengan setiap bulu pada hewan qurban tersebut ” (Hadits Riwayat Ibnu Majah, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 3142). Hadits ini menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah qurban.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah pada hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban di atas satu gundukan tanah ” (Hadits Riwayat Tirmidzi, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 1509). Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menekankan keutamaan melaksanakan qurban pada hari raya Idul Adha.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah kamu menyembelih hewan qurban dengan tangan yang terampil dan hati yang ikhlas ” (Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Hajj, Hadits no. 1967). Hadits ini menekankan pentingnya keterampilan dalam menyembelih hewan qurban dan niat yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah tersebut.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Tidaklah seorang Muslim menyembelih hewan qurban melainkan ia mendapatkan pahala dan balasan sebesar seekor hewan qurban sampai hari kiamat ” (Hadits Riwayat Tirmidzi, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 1493). Hadits ini menunjukkan keutamaan besar dari ibadah qurban dan pahala yang akan diperoleh oleh orang yang melaksanakannya.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah setiap orang menyembelih qurban atas namanya sendiri dan mencukur rambutnya setelah selesai menyembelih ” (Hadits Riwayat Bukhari, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 5557). Hadits ini mengajarkan agar setiap individu yang menyembelih hewan qurban melakukannya atas namanya sendiri dan kemudian mencukur rambut sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah qurban.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang ingin melaksanakan qurban, hendaklah ia tidak memotong kuku dan rambutnya sejak masuknya bulan Dzulhijjah hingga selesai menyembelih ” (Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Hajj, Hadits no. 1977). Hadits ini memberikan tuntunan agar umat Muslim menahan diri dari memotong kuku dan rambut sejak awal bulan Dzulhijjah sebagai persiapan dalam melaksanakan ibadah qurban.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah kamu memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid di hari raya Idul Adha ” (Hadits Riwayat Abu Daud, Kitab Al-Adahi, Hadits no. 2864). Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menekankan pentingnya mengucapkan takbir, tahlil, dan tahmid sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan dalam menyambut hari raya Idul Adha.
  • Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan qurban namun tidak melakukannya, maka janganlah ia mendekati mesjid kami ” (Hadits Riwayat Ahmad, Musnad Ahmad, Hadits no. 13645). Hadits ini mengingatkan umat Muslim akan pentingnya melaksanakan ibadah qurban bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial.

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam hadits qurban ini, umat Muslim dapat melaksanakan ibadah qurban dengan benar dan mendapatkan pahala yang besar. Semoga penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada sahabat tentang hadits-hadits qurban dalam agama Islam.

Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *