Syariat & Sunnah Bayi Baru Lahir Dalam Islam

sobat slamet aqiqah, Sudahkah kita beraqiqah atau diaqiqahkan? Bagi yang belum melaksanakannya, sebelum kita melakukan aqiqah ada baiknya kita mengetahui syariat & sunnah bayi yang baru lahir menurut islam. Berikut ini Slamet Aqiqah akan mengulas tentang bagaimana syariat & sunnah bayi yang baru lahir seharusnya sesuai dengan ajaran islam, supaya pada saat aqiqah kita dihitung sebagai  umat yang menjalankan sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

 

 

Kelahiran bayi merupakan suatu momen yang banyak dinanti oleh orang tua. Setelah sembilan bulan perjuangan merawat bayi dalam kandungan, kelahiran bayi yang sehat menjadi hasil yang diharapkan semua orang tua.

Islam sendiri mengajarkan beberapa syariat serta sunah yang diperuntukkan bayi baru lahir.

Sunah tersebut berisi zikir dan doa yang dapat dilafalkan oleh orang tuanya setelah sang buah hati berhasil dilahirkan di dunia.

Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami SlametAqiqah 081 878 9119.

Syariat bayi baru lahir menurut Islam

Doa dan zikir berikut ini dapat diamalkan oleh orang tua ketika sang buah hari terlahir di dunia.

Doa dan zikir ini diambil dari kitab al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah yang ditulis Sayyid Muhammad bin ‘Ali al-Tarimi.

1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x).

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x).

“Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah.”

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x).

“Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.”

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ‘alashshalaah (2x).

“Marilah salat.”

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya ‘alalfalaah (2x).

“Marilah menuju kepada kejayaan.”

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x).

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Laa ilaaha illallaah (1x).

“Tiada Tuhan selain Allah.”

2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri

الله أَكْبَر الله أَكْبَر، أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله ، حَيَّ عَلَى الصَّلاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةِ، الله أَكْبَر الله أَكْبَر، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله

Allahu akbar, Allahu akbar, asyhadu an laa ilaaha illa Allah, asyhadu anna muhammadan rasuulullah, hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falaah, qad qaamatish shalaah, qad qaamatish shalaah, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illa Allah.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah. Mari kerjakan sholat. Mari mencapai kebahagiaan. Sungguh sholat telah ditegakkan. Sungguh sholat telah ditegakkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah.”

3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan

اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan.

“Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

4. Membaca surah Al-Ikhlas pada telinga bayi sebelah kanan

قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌

Qul huwal laahu ahad.

“Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.””

اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌

Allah hus-samad.

“Allah tempat meminta segala sesuatu.”

لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ

Lam yalid wa lam yuulad.

“(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”

وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad.

“Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

5. Membaca surah Al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.”

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

Wa maa adraaka ma lailatul qadr.

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

Lailatul qadri khairum min alfii shahr.

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

Tanaz zalul malaa-ikatu war ruuhu fiiha bi izni-rab bihim min kulli amr.

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

Salaamun hiya hattaa mat la’il fajr.

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

6. Membaca surah Ali Imran ayat 36 pada telinga bayi sebelah kanan

وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm.

“Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ  وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

8. Melaksanakan Aqiqah di Hari ke Tujuh setelah kelahiran.

Aqiqah dianjurkan untuk diadakan pada hari ketujuh kelahiran sang bayi dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki atau satu ekor kambing untuk anak perempuan. Syarat bagi hewan aqiqah yang disembelih sama dengan syarat hewan untuk berkurban.

Diriwayatkan dari Salman ibn Amir adh-Dhabbi, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Pada anak laki-laki terdapat aqiqah, maka tumpahkanlah darah (kambing) sebagai aqiqah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

9. Memberi nama yang baik

Orang tua sangat dianjurkan agar memberikan nama yang baik kepada anaknya sebab dari nama tersebut terkandung doa dan harapan. Pemberian nama pada bayi dianjurkan pada hari ketujuh saat melaksanakan aqiqahnya.

Sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat, dari Samurah berkata Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dan diberi nama pada hari itu, serta dicukur kepalanya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

10. Mencukur rambut bayi

Saat tujuh hari kelahiran, disunnahkan pula untuk mencukur rambut bayi. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika cucunya, Hasan dan Husein, lahir. Beliau menganjurkan untuk memotong rambut bayi dan bersedekah dengan perak seberat rambut yang dicukur itu kepada fakir miskin.
Dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk mencukur kepala Hasan dan Husain pada hari ketujuh mereka, lalu mereka pun dicukur, dan beliau bersedekah dengan perak seberat rambut mereka.”

11. Memberikan Asi selama 2 tahun

Seorang ibu dianjurkan agar memberikan asi selama dua tahun sejak bayi baru lahir. Anjuran ini juga telah diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233, Allah SWT berfirman:

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ

Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS Al-Baqarah: 233)

Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan – Hubungi Kami SlametAqiqah 081 878 9119.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *