Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak kebaikan dan keislaman. Memang, anak yang belum baligh tak diwajibkan untuk menjalani puasa namun, tidak ada salahnya mengenalkan ibadah ini sejak dini. Mengajarkan puasa sejak dini ini bertujuan agar saat anak beranjak dewasa sudah bisa menjalankan puasa dengan baik. Ya, memperkenalkan anak pada ibadah puasa bukanlah hal yang mudah.
Ini merupakan salah satu tanggung jawab sebagai orangtua untuk mengajarkan anak berpuasa secara bertahap dan perlahan. Melakukan stimulasi pada anak sejak dini penting dilakukan untuk jadi bekal anak tumbuh dengan karakter positif dalam hal agama. Sebagai guru pertama anak dalam kehidupannya, kita perlu untuk memahami cara mengajarkan puasa pada anak. Pasalnya, anak-anak terutama balita, cenderung belum memaknai puasa secara menyeluruh.
Bagaimana cara mendidik anak berpuasa Ramadhan? Berikut tips-tips mengajari anak ikut puasa sejak dini :
1. Jelaskan Hal-Hal Mengenai Berpuasa
Sebelum mulai berpuasa, jelaskan terlebih dahulu kepada anak apa pentingnya puasa di bulan Ramadan, serta bagaimana cara melakukannya. Jelaskan dengan analogi dan kalimat sederhana sesuai usia anak, agar ia lebih paham makna dan cara berpuasa.
Anak mungkin akan memerhatikan orang tua ketika terbangun dini hari untuk sahur dan menahan makan minum ketika siang hari. Tugas orang tua adalah mengajarkan kepada anak bahwa yang dilakukan oleh muslim selama Bulan Ramadhan adalah puasa. Puasa merupakan rukun iman keempat yang dilakukan dengan cara menahan hawa nafsu makan dan minum. Berikan penjelasan bahwa puasa harus dimulai dari sahur dan diakhiri dengan buka puasa ketika magrib tiba.
2. Berikan Contoh
Saat anak berusia 3-5 tahun, moms dapat memberikan contoh pada si kecil bagaimana cara berpuasa dengan menjalankannya. Mengajak anak ikut sahur dan berbuka dapat membuatnya mengenal puasa dari contoh yang diberikan orangtuanya. Anak akan sangat mudah dan tertarik melakukan sesuatu dengan mencontoh perilaku orangtuanya.
Cara efektif untuk anak belajar adalah dengan melihat contoh dari kedua orangtuanya. Sebagai orangtua dan sebagai muslim, moms sebaiknya berpuasa dan menyenangkan dengan baik sehingga anak bisa secara perlahan menirunya.
3. Lakukan Secara Bertahap
Mengajarkan anak berpuasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan mengajarkan si kecil berpuasa selama 3-4 jam. Apabila ia sudah dapat beradaptasi, maka kamu dapat memperpanjang durasi berpuasanya. Moms juga bisa memberikan anak makan dan minum pada siang hari, kemudian melanjutkan kembali puasa hingga sore hari.
Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.
4. Buat Puasa Terasa Menyenangkan
Untuk menambah semangat anak berpuasa, moms bisa membuat ibadah ini semenarik mungkin. Misalnya, cetaklah sebuah tabel pencapaian puasa Ramadan dengan ukuran yang agak besar, lalu hiaslah agar tampak menarik. Selain itu, Mama dan Papa juga bisa mengajak si kecil ikut membuat camilan atau minuman berbuka puasa.
5. Biasakan Tidur Lebih Awal
Bangun dini hari untuk makan sahur tidaklah mudah bagi anak. Agar ia bisa sahur tepat waktu, biasakan untuk tidur lebih awal sehingga ia lebih mudah bangun. Hal tersebut juga bertujuan agar si kecil tidak kekurangan waktu istirahat, apalagi jika paginya ia tetap beraktivitas atau belajar.
6. Beri Apresiasi Jika Anak Berhasil Berpuasa
Mendapat apresiasi merupakan hal yang sangat disenangi anak dan bisa meningkatkan motivasinya. Apabila ia berhasil menjalankan puasa bertahap sesuai target dan kesepakatan, maka berikan pujian atau hadiah kecil untuk membangkitkan semangatnya.
Salah satu reward yang bisa diberikan adalah menyiapkan menu berbuka puasa favoritnya. Jika anak belum berhasil, sebaiknya jangan dimarahi. Orangtua tetap harus memberikan semangat agar ia mampu berpuasa lebih baik esok hari.
7. Libatkan Anak Dalam Berbagai Aktivitas Ramadhan
Coba libatkan anak dalam berbagai aktivitas khas bulan Ramadan, misalnya menyiapkan makanan berbuka, salat berjamaah, hingga membuat kue Lebaran. Selain menambah semangat, cara mengajari anak berpuasa yang satu ini juga sekaligus dapat menambah ilmu pengetahuan anak, lho!
8. Awasi Kesehatan Si Kecil
Apabila anak memiliki masalah kesehatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum ia mulai belajar berpuasa. Selama berpuasa, ada dua hal yang perlu diwaspadai orangtua yakni hipoglikemia dan dehidrasi.
Jika anak terlihat lemas, pucat, kurang konsentrasi, keringat dingin, hingga tubuh gemetar, itu merupakan tanda hipoglikemia. Bila anak terlihat lemas, mata cekung, bibir kering, kulit keriput, dan urine buang air kecilnya sedikit, itu adalah tanda dehidrasi. Sebaiknya puasa si kecil segera diakhiri atau dibatalkan jika mengalami kedua kondisi tersebut.
9. Perhatikan Gizi Menu Sahur dan Berbuka Puasa
Saat berpuasa, nutrisi anak tetap harus dipenuhi untuk menunjang tumbuh dan kembangnya. Oleh karena itu, orangtua harus memastikan menu sahur dan berbuka anak mengandung gizi seimbang.
Makanan saat berpuasa harus mengandung makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Perhatikan pula pemenuhan cairan tubuh anak di malam hari untuk mencegah kondisi dehidrasi.
10. Jangan Memaksa
Mendidik anak berpuasa Ramadan tentu membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan. Tentunya, Mama dan Papa tidak bisa memaksakan kehendak. Jika memang si kecil belum mau atau merasa kurang nyaman untuk belajar berpuasa, janganlah memaksanya apalagi memarahinya.
Sebagai orangtua, Mama-Papa perlu bersabar dalam melatih anak berpuasa. Memaksa dan memarahi justru menimbulkan perasaan negatif terhadap puasa pada dirinya.
Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.11. Membiasakan Anak Berpuasa Di Hari Biasa
Tahapan berikutnya, anak diajak untuk terbiasa berpuasa sebelum datangnya bulan Ramadhan. Hanya saja ajakan ini mesti dibarengi dengan contoh dari si orangtua. Dalam kerangka mendidik, menghafal dan meniru, perilaku orang terdekat menjadi jalan yang paling mudah untuk si anak.
12. Menjelaskan Tujuan Puasa Untuk Kesehatan
Moms bisa menjelaskan salah satu tujuan dan manfaat puasa adalah untuk kesehatan Si Buah Hati. Terkadang tanpa disadari Si Buah Hati kemungkinan masih mengonsumsi makanan dengan zat aditif yang berbahaya bagi tubuh seperti bahan pengawet atau pewarna makanan.
Saat berpuasa, sistem pencernaan tubuh akan beristirahat sementara dan melakukan detoksifikasi untuk membuang zat-zat racun dalam tubuh melalui keringat, urin, atau BAB. Proses tersebut akan membantu menyehatkan tubuh Si Buah Hati. Saat fisik anak lebih sehat, ia juga akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik
13. Terapkan Puasa Setengah Hari Untuk Anak
Puasa merupakan kegiatan berat bagi anak maka jangan memaksakan anak untuk puasa satu hari penuh. Puasa setelah hari bisa menjadi trial and error untuk anak agar terbiasa menahan makan dan minum di siang hari.
Nah, Itulah beberapa cara mengajarkan anak puasa sejak dini yang bisa dilakukan para orangtua. Semoga Mama-Papa bersama anak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar!
Kami Juga Menyediakan Jasa Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.