Kehamilan membuat ibu hamil rentan mengalami gangguan kesehatan yang dapat berdampak kurang baik bagi dirinya maupun janin. Maka dari itu, salah satu hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menjaga pertahanan tubuhnya adalah dengan menjauhi berbagai pantangan ibu hamil.
Pasalnya, hamil muda merupakan masa rentan bagi ibu mengalami keguguran. Usia kehamilan yang masih muda ini juga merupakan masa penting dalam tumbuh kembang janin. Agar perkembangan janin menjadi optimal dan kesehatan ibu hamil tetap terjaga, ada beberapa larangan untuk ibu hamil muda yang perlu dijauhi.
Lantas, apa saja pantangan ibu hamil yang perlu dihindari tersebut? Mari simak informasi selengkapnya dalam ulasan berikut ini :
Pantangan Ibu Hamil yang Harus Dihindari
Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta menjalani pola hidup sehat guna menyokong perkembangan janin. Selain itu, ada pula sejumlah pantangan yang perlu dihindari oleh ibu hamil agar tidak mengganggu kesehatan tubuh maupun janin di dalam kandungan, seperti melakukan aktivitas fisik berat, mengonsumsi kafein berlebihan, merokok, dan lain-lain.
Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.1. Melakukan Aktivitas Fisik Yang Berat
Melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang berat merupakan pantangan ibu hamil trimester 3 karena berisiko menyebabkan cedera pada perut dan kontraksi dini. Kendati demikian, ibu hamil tetap diperkenankan untuk melakukan olahraga ringan, seperti senam ibu hamil, jalan pagi, atau yoga.
2. Mengonsumsi Kafein Berlebih
Kafein dapat diserap dengan mudah oleh plasenta yang mengalirkan darah ke janin. Bila plasenta menyerap kafein berlebih, hal tersebut dapat menghambat proses tumbuh kembangnya janin di dalam kandungan.
Maka dari itu, ada baiknya bagi ibu hamil untuk membatasi asupan kafein sehari-hari. Batas konsumsi kafein harian yang aman untuk ibu hamil adalah 200 mg atau setara dengan satu cangkir kopi instan.
3. Merokok
Merokok adalah kebiasan buruk yang menjadi pantangan ibu hamil berikutnya. Rokok mengandung nikotin yang berbahaya bagi ibu hamil karena memicu ketuban pecah dini hingga keguguran. Selain itu, kebiasaan merokok pada ibu hamil juga turut menyebabkan infeksi dan cacat janin.
4. Mengonsumsi Makanan Mentah
Pantangan ibu hamil yang perlu dihindari berikutnya adalah konsumsi makanan mentah atau belum matang sempurna, terutama telur, daging, ikan, dan sayuran mentah. Konsumsi makanan tersebut diketahui turut meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella hingga keracunan makanan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan.
5. Mengonsumsi Ikan Laut Tinggi Merkuri
Ikan laut yang mengandung merkuri tinggi merupakan makanan pantangan ibu hamil lantaran dapat mengganggu perkembangan otak janin. Beberapa jenis ikan laut tinggi merkuri yang perlu dihindari oleh ibu hamil di antaranya ikan makarel raja, ikan tuna (terutama tuna bigeye), ikan hiu, serta ikan todak.
6. Mengonsumsi Nanas Berlebih
Nanas merupakan buah pantangan ibu hamil muda karena memiliki kandungan enzim bromelain yang dapat memicu kontraksi rahim. Bila terjadi ketika usia kehamilan masih muda, kontraksi tersebut berisiko menyebabkan keguguran. Kendati demikian, ibu hamil masih diperbolehkan mengonsumsi buah nanas selama tidak dilakukan secara berlebihan.
7. Kontak Langsung Dengan Kotoran Hewan
Kontak langsung dengan kotoran hewan, terutama kucing, dapat meningkatkan risiko penyakit toksoplasmosis pada ibu hamil. Pasalnya, kucing menjadi inang definitif dari parasit yang menyebabkan toksoplasmosis, yaitu Toxoplasma gondii.
Ibu hamil yang mengidap toksoplasmosis dapat menimbulkan gangguan perkembangan janin, seperti cacat janin atau bahkan keguguran. Bila ditularkan pada bayi baru lahir, toksoplasmosis dapat menyebabkan kejang, pembengkakan organ hati, hingga gangguan jantung.
8. Mengonsumsi Alkohol
Mengonsumsi alkohol menjadi pantangan saat hamil karena dapat meningkatkan risiko cacat janin. Selain itu, konsumsi alkohol saat hamil juga turut menimbulkan fetal alcohol syndrome yang dapat mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan.
9. Stress
Stres merupakan reaksi tubuh ketika mendapatkan tekanan atau ancaman dari lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah banyak yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti depresi, hipertensi, hingga gangguan jantung. Bila dialami oleh ibu hamil, stres dapat menghambat asupan oksigen dan nutrisi pada janin.
Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk mengelola stres sebaik mungkin. Sebagai upaya mengelola stres saat hamil, cobalah lakukan yoga, membuat jurnal, dan menyampaikan keluh kesah Anda kepada kerabat dekat.
10. Diet Ekstrim
Asupan nutrisi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil guna menyokong perkembangan janin di dalam kandungan. Maka dari itu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk melakukan diet ekstrem karena dapat menyebabkan kekurangan gizi.
Bila ingin menjaga berat badan selama masa kehamilan, Anda dapat mengatur asupan kalori harian tubuh serta memperhatikan kandungan gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi.
11. Kurang Tidur
Kurang tidur juga termasuk pantangan bagi ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes gestasional, preeklamsia, serta depresi. Bila mengalami sulit tidur saat hamil, cobalah untuk menerapkan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti mengatur napas dan peregangan ringan.
12. Hindari Sauna dan Mandi di Kolam Air Panas Berlebih
Melakukan sauna, Berendam di kolam air panas, dan aktivitas berlebihan bisa memicu peningkatan suhu tubuh ibu hamil. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan perkembangan janin, keguguran, atau bayi lahir cacat. Selain itu, terpapar suhu yang terlalu tinggi juga bisa membuat ibu hamil mengalami dehidrasi, bahkan pingsan.
13. Hindari Pijat dan Akupuntur
Pijat dan akupunktur sebenarnya aman dilakukan saat hamil trimester kedua dan ketiga. Namun, terapi ini merupakan larangan untuk ibu hamil muda karena dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran dan persalinan prematur. Selain itu, pijat di usia kehamilan muda juga bisa membuat ibu hamil mengalami memar, lemas, dan mual.
Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.14. Hindari Makanan Yang Pedas
Makanan pedas bagi banyak orang memang terlihat menggiurkan untuk disantap. Hanya saja, wanita hamil dianjurkan menghindari makanan apa pun yang memiliki cita rasa pedas, karena berpotensi menimbulkan heartburn, yaitu sensasi perih dan menyakitkan pada perut, dada, atau tenggorokan.
Meski tidak berdampak langsung pada kesehatan janin, efek makanan pedas tersebut akan membuat Bumil tidak nyaman dan bisa memicu mual dan muntah.
15. Hindari Minum Obat Sembarangan
Hal lainnya yang menjadi pantangan atau yang tidak boleh dilakukan sejak dan saat hamil muda, yaitu mengonsumsi obat tanpa sepengetahuan dokter. Sebab, tidak semua obat boleh ibu hamil konsumsi. Beberapa obat justru bisa mengganggu perkembangan janin.
Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala tertentu saat hamil muda, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat. Bila mengonsumsi obat, perhatikan petunjuk penggunaan obat dengan baik sebelum Anda meminumnya.
16. Jangan Minum Susu Yang Tidak di Pasteurisasi
Jika Anda minum susu saat hamil, pilihlah susu yang sudah melalui proses pemanasan. Jangan sekali-kali memilih susu yang tidak dipasteurisasi atau susu mentah.
Pasalnya, susu yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria. Terkontaminasi bakteri ini saat ibu sedang hamil bisa meningkatkan risiko keguguran hingga bayi cacat lahir.
17. Memakai Sepatu Hak Tinggi
Selain itu, larangan untuk ibu hamil muda adalah menggunakan sepatu hak tinggi. Tetap gunakan tumit dengan tinggi hak 7,5 cm atau kurang. Pikirkan sepatu hak seperti wedges, dan yang dilengkapi platform atau alas.
Saat perut membesar, pusat gravitasi akan berubah. Jadi, bunda mungkin mendapati diri sedikit goyah. Selain itu, mengenakan sepatu hak tinggi membuat pergelangan kaki bengkak.
Mengenali pantangan-pantangan ibu hamil yang harus diwaspadai merupakan satu langkah yang baik untuk menjaga kehamilan bunda agar sehat. Namun, apabila bunda mengeluhkan gangguan kesehatan tertentu selama masa kehamilan, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter atau Rumah Sakit terdekat untuk berkonsultasi bersama dokter kandungan yang tepat.
Kami Juga Menyediakan Jasa Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin melaksanakan aqiqah bisa hubungi kami slamet aqiqah 081 878 9119.
Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS, merupakan sosok yang penuh kesabaran dan ketaatan. Kisah hidupnya tidak hanya mengajarkan tentang pengorbanan, tetapi juga menggambarkan keteguhan iman yang luar biasa, baik dalam menghadapi ujian besar dari Allah maupun dalam menjalani kehidupannya sebagai nabi yang diutus untuk menyebarkan wahyu. Silsilah Keluarga Nabi Ismail AS Berikut adalah silsilah …
Jumadil Awal, Jumadil Ula atau Jumadal Ula (جمادى الأولى) merupakan nama bulan ke-5 dalam kalender Hijriah. Nama Jumadil Ula diambil dari kata jamada (جَمَدَ) yang artinya beku dan dingin. Kemudian awal atau ula yang berarti pertama. Penamaan bulan Jumadal Ula dilatarbelakangi oleh musim yang terjadi pada bulan tersebut, yaitu musim dingin (syitha). Pada saat itu …
Mendidik seorang anak merupakan tanggung jawab besar pagi para orang tua. Banyak cara yang dilakukan orang tua dalam hal mendidik anak. Bagi umat muslim, cara mendidik anak menurut islam sangatlah dianjurkan karena kita memiliki model Rasulullah SAW. Dengan berpedoman pada cara Rasulullah, insyaAllah ini bisa membentuk anak anak menjadi pribadi yang baik, berbakti kepada orang …
Menikah, hamil dan melahirkan adalah sebuah mimpi besar bagi mayoritas wanita. Pada hakikatnya, setiap wanita kelak akan menjadi seorang ibu. Dan menjadi seorang ibu akan memberikan suatu kebanggaan, cerita dan pengalaman tersendiri bagi wanita. Akan tetapi, terkadang wanita harus menghadapi berbagai kenyataan dalam hidupnya hingga menyebabkan wanita mengalami keterlambatan memperoleh kehamilan. Hal inilah yang kerap …
Qurban dan Aqiqah merupakan dua jenis ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Keduanya sama -sama memiliki amalan yang sama, yaitu menggunakan proses penyembelihan hewan ternak. Namun, meski keduanya melibatkan penyembelihan hewan, ada beberapa perbedaan yang signifikan antara qurban dan aqiqah. Baik dari segi tujuan, waktu pelaksanaan, hewan yang dikorbankan, …