Do’a dan Cara Menyembelih Hewan Aqiqah Sesuai Syariat Islam

sobat slamet aqiqah, Sudahkah kita beraqiqah atau diaqiqahkan? Bagi yang belum melaksanakannya, sebelum kita melakukan aqiqah ada baiknya kita mengetahui do’a dan cara menyembelih hewan aqiqah sesuai syariat islam. Berikut ini Slamet Aqiqah akan mengulas tentang doa dan cara menyembelih hewan aqiqah sesuai dengan ajaran islam, supaya pada saat aqiqah kita dihitung sebagai  umat yang menjalankan sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Syarat aqiqah perlu dipahami oleh umat muslim terutama orang tua. Aqiqah merupakan proses menyembelih hewan ternak sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya seorang anak. Kelahiran anak menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh orang tua. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Makna dari aqiqah yaitu memotong rambut bayi yang baru lahir dan melakukan penyembelihan hewan. Daging binatang ternak yang disembelih itu kemudian dibagikan ke kerabat dan tetangga.

Pelaksanaan aqiqah umumnya dilakukan saat anak memasuki usia hari ke-7, 14 hingga 21 hari dari waktu kelahiran. Lalu adakah batasan umur untuk anak aqiqah? Dalam rangkuman buku Fiqih Aqiqah terbitan Redaksi Media Zikir, aqiqah dianjurkan meski anak sudah baligh atau berumur dewasa.

Baca Juga Kami Menyediakan Jasa Aqiqah di Tangerang Selatan, Bagi anda yang ingin Aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119 – Aqiqah merupakan syariat Islam. Ibadah ini memiliki waktu, tata cara, dan juga hikmah dalam pelaksanaannya. Salah satu yang diperhatikan adalah tentang penyembelihan hewan aqiqahnya.

Imam Rasjidi dalam buku Panduan Kehamilan Muslimah menjelaskan, ketika akan menyembelih hewan aqiqah, maka disyariatkan membaca Surah Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut, “Allahumma laka wa ilaika hadzihi aqiiqotu Fulan,” Yang artinya, “Ya Allah, untuk-Mu dan kepada-Mu aqiqah Fulan ini,”.

Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam mushannafnya, sebagaimana dalam qurban (udhiyah) dibacakan bismillah, maka dalam aqiqah juga demikian dibaca, “Bismillah, ‘aqiqah fulan (disebut nama bayinya.)”

Bukan hanya diucapkan do’a khusus pada si buah hati pada penyembelihan aqiqah, namun juga selayaknya memuji dan bersyukur pada Allah atas karunia anak yang telah diberi. Hendaklah mendoakan keberkahan untuk si buah hati.

Berikut Tata Cara Penyembelihan Hewan Aqiqah / Qurban Sesuai Ajaran Islam

1. Menghadap ke Kiblat

Bagi penyembelih atau tukang jagal hewan aqiqah / qurban disunnahkan menghadap ke kiblat. Begitu juga dengan hewan yang akan disembelih dihadapkan ke kiblat.  قَالَ الشافعي: ” وَأُحِبُّ أَنْ يُوَجِّهَ الذَّبِيحَةَ إِلَى الْقِبْلَةِ “. Saya (Imam As-Syafii) menyukai agar sembelihan dilakukan dengan menghadapkannya ke arah kiblat (Al-Hawi: 15/94)

2. Membaca Basmalah

Bagi penjagal hewan (penyembelih hewan) untuk membaca basmalah sebelum menyembelih aqiqah.  Imam an-Nawawi (w. 676 H) rahimahullah dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa membaca basmalah ketika menyembelih hukumnya mustahab (sunnah). Termasuk juga ketika berburu dengan tombak dan anjing.  Seandainya sengaja tidak membaca basmalah maka sesembelihannya tetap sah. Namun dihukumi makruh jika sengaja tidak membaca basmalah.  قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: ” وَيَقُولَ الرَّجُلُ عَلَى ذَبِيحَتِهِ بِاسْمِ اللَّهِ “.  Hedaklah hewan disembelih dengan menyebut nama Allah (Al-Hawi: 15/95).

3. Membaca Takbir dan Sholawat Nabi

Setelah membaca basmalah, kemudian membaca takbir (Allahu Akbar). Para ulama syafiiyah sepakat bahwa disunnahkan membaca takbir bersamaan dengan basmalah.

Para ulama syafiiyah sepakat bahwa disunnahkan membaca takbir bersamaan dengan basmalah. Maka hendaklah dia mengucapkan  بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهِ أَكْبَرُ  “Bismillahi wallahu akbar”

Artinya : Dengan menyebut nama Allah dan Allah yang Mahabesar

Setelah membaca basmalah dan takbir, disunnahkan pula membaca sholawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Imam Nawawi menyebutkan bahwa disunnahkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersamaan dengan basmalah ketika menyembelih qurban.

Hal ini sebagaimana yang dinaskan oleh Imam Syafi’iy dalam kitab al-Umm dan dibenarkan oleh Imam Asy-Syairozi dan ulama Syafiiyah lainnya.

4. Membaca Doa

Selain membaca basmalah, takbir dan shalawat, disunnahkan juga berdoa dengan mengucapkan doa berikut.

، اللهم إن هذه عقيقة فالن

Latin : Allahumma minka wa ilaika, Allahumma inna hadzihi aqiqotu fulan.

Atinya : Ya Allah ini darimu dan untukmu, ya Allah sesunguhnya ini aqiqahnya fulan.

Doa aqiqah / qurban lainnya:

Dari Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. mengurbankan dua ekor domba di Hari Raya Kurban, dan Nabi SAW mengucapkan kalimat berikut saat menyembelih keduanya :

“وجهت وجهي للذي فطر السموات وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ، وَأَنَا “أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ، وَعَنْ مُحَمَّدٍ وأمته

Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi­Nya, dan dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang mula-mula berserah diri (kepada-Nya). Ya Allah, kurban ini dari Engkau, ditujukan kepada Engkau, dari Muhammad dan umatnya.

5. Menyembelih di Leher atau Pangkal Leher

قال الشافعي:  ” (قال) وَالذَّكَاةُ فِي الْحَلْقِ وَاللَّبَّةِ وَهِيَ مَا لَا حَيَاةَ بَعْدَهُ إِذَا قُطِعَ وَكَمَالُهَا بأربعٍ الْحُلْقُومِ وَالْمَرِيءِ وَالْوَدَجَيْنِ

Penyembelihan dilakukan di leher atau pangkal leher, dimana sudah tidak ada lagi nyawa  ketika ia sudah dipotong, dan untuk lebih sempurna maka sembelihan harus memotong empat hal: al-hulqum (saluran pernafasan), al-marri’ (saluran makan dan minum), al-wadajain yaitu dua saluran pembuluh darah. (Al-Hawi: 15/87).

6. Tidak Menyakiti Hewan Aqiqah / Qurban saat Dibawa ke Tempat Penyembelihan

Imam Al-Mawardi menyatakan hendaknya hewan qurban di bawa ke tempat penyembelihan dengan baik, tidak kasar, dan menggulingkannya pun hendaknya dilakukan dengan baik pula, tidak kasar.

أَحَدُهَا: أَنْ تُسَاقَ إِلَى مَذْبَحِهَا سَوْقًا رَفِيقًا وَتُضْجَعَ لِذَبْحِهَا اضْجَاعًا قَرِيبًا وَلَا يُعَنَّفُ بِهَا فِي سَوْقٍ وَلَا اضْجَاعٍ فَيَكْرَهُهَا وَيُنَفِّرُهَا.

7. Hewan Aqiqah / Qurban Diberikan Air Sebelum Disembelih

وَالثَّانِي: أَنْ يَعْرِضَ عَلَيْهَا الْمَاءَ قَبْلَ ذَبْحِهَا خَوْفًا مِنْ عَطَشِهَا الْمُعِينِ عَلَى تَلَفِهَا؛ وَلِيَكُونَ ذَلِكَ أَسْهَلَ عِنْدَ سَلْخِهَا وَتَقْطِيعِهَا، وَلَا يَعْرِضُ عَلَيْهَا الْعَلَفَ لِأَنَّهَا لَا تَسْتَسْمِنُ بِهِ إِلَى حِينِ الذَّبْحِ، فَيَكْثُرُ بِهِ الْفَرْثُ إِلَّا أَنْ يَتَأَخَّرَ زَمَانُ الذَّبْحِ فَيَعْرِضُ عَلَيْهَا كَالْمَاءِ.

Sebelum dilakukan penyembelihan hendaknya hewan qurban tersebut diberikan air untuk dia minum, khawatir kehausan sehingga bisa membuat dia mati sebelum disembelih, dan yang demikian juga bisa membantu mempermudah proses mengulitinya, dan jangan diberikan makan, karena hanya akan menambah kotorannya saja, kecuali jika waktu penyembelihan diundur, maka baik juga diberikan makanan.

8. Tidak Mengasah Pisau di Depan Hewan Aqiqah / Qurban

وَالثَّالِثُ: أَنْ يُخْفِيَ عَنْهَا إِحْدَادَ الشِّفَارِ فِي وُجُوهِهَا فَرُبَّمَا نَفَّرَهَا وَقَدْ وَرَدَ الْخَبَرُ بِأَنْ لَا تُحَدَّ الشِّفَارُ فِي وُجُوهِهَا.

Hendaknya tidak mengasah pisau/pedang dihadapan hewan qurban, karena khawatir bisa membuatnya berlari (takut), karena ada riwayat yang menyebutkan bahwa dilarang mengasah pisau/pedang diadapan hewan sembelihan.

9. Tidak Menyembelih di Depan Hewan Lainnya

وَالرَّابِعُ: أَنْ لَا يَنْحَرَ بَعْضَهَا فِي وُجُوهِ بَعْضٍ فَقَدْ جاء فيه الأثر؛ ولأنه رما نفرها ذلك

Hendaknya tidak menyembelih hewan qurban persis dihadapan hewan qurban lainnya, karena khawatir bisa membatnya berlari (takut).

10. Mengikat Sebagian Anggota Badan Hewan

والخامس: أن يعقل بعض قوائمهما وَيُرْسِلَ بَعْضَهَا وَلَا يَعْقِلَ جَمِيعَهَا فَتُرْهَقَ، وَلَا يُرْسِلَ جَمِيعَهَا فَتَنْفِرَ.

Ketika penyembelihan, hendaknya mengikat sebagian anggota badannya saja dan melepaskan sebagian yang lainnya. Tidak mengikat semua bagian dari aggota badannya khawatir ia mati karena tercekik, dan tidak pula melepas semuanya khawatir hewan tersebut lari/kabur.

11. Membaringkan atau Menggulingkan Hewan Qurban

وَالسَّادِسُ: أَنْ يَنْحَرَ الْإِبِلَ قِيَامًا لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا} (الحج: 36) أَيْ سَقَطَتْ وَتُذْبَحُ الْبَقَرُ وَالْغَنَمُ مَضْجُوعَةً فَإِنْ خَافَ نُفُورَ الْإِبِلِ إِذَا نُحِرَتْ قِيَامًا نَحَرَهَا بَارِكَةً غَيْرَ مَضْجُوعَةٍ.

Hendaknya penyembelihan onta dilakukan dengan posisi onta berdiri, sedangkan sapi dan kambing dilakukan dengan posisi keduanya dibaringkan/digulingkan.

12. Mengarahkan Pisau ke Depan dan Belakang dengan Cepat

وَالسَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ بِأَمْضَى شِفَارٍ وَجَدَهَا وَيُمِرُّهَا ذَهَابًا وَعَوْدَةً فِي قُوَّةِ اعْتِمَادٍ وَسُرْعَةِ تَوْجِيَةٍ لِرِوَايَةِ ابْنِ الْأَشْعَثِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ – ” إن الله كتب عَلَى كُلِّ شيءٍ فَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدَكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ “

Hendaknya penyembelihan dilakukan dengan menggorokkan pisau kedepan dan kebelakang dengan kuat dan cepat serta dengan pisau yang tajam. Sesuai denagn hadits riwayat Ibn Al-Asy’as dari Syaddad bin Aus, nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah swt sudah mewajibkan untuk segala sesuatu, jika kalian menyembelih maka perbaguslah dalam penyembelihan, dan tajamkanlah pisau kalian, serta tenangkanlah hewan sembelihannya.

13. Menyembelih di Pagi Hari

Imam Nawawi menyebutkan bahwa disunnahkan menyembelih hewan aqiqah atau qurban pada pagi hari setelah matahari terbit.

Kami Juga Menyediakan Jasa Paket Aqiqah di Jakarta Selatan, Bagi anda yang ingin Aqiqah bisa hubungi kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *