Qurban adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Islam. Qurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang dagingnya dibagikan baik untuk keluarga orang yang berkurban maupun kepada orang-orang yang membutuhkan. Hewan ternak yang dikurbankan berupa sapi, kambing, domba maupun unta. Tahukah anda ternyata ibadah qurban ini mempunyai sejarah yang cukup tua.
Berikut ini sejarah ibadah qurban yang sudah Slamet Aqiqah rangkum dari berbagai sumber. Mari simak penjelasannya :
Sejarah Qurban
Qurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim as. yang berniat menjalankan perintah Allah SWT. Dikisahkan, Nabi Ibrahim as. mendapat perintah dari Allah lewat mimpi. Dalam mimpi tersebut Nabi Ibrahim as. diperintahkan untuk menyembelih anaknya, Ismail as. Kisah Nabi Ibrahim jadi asal muasal Idul Adha. Sejarah qurban dalam Islam berawal dari Nabi Ibrahim AS yang saat itu mendapat mimpi menyembelih putra kesayangannya, yaitu Ismail.
Setelah mendapat mimpi tersebut, Nabi Ibrahim merasa bingung tapi tidak lantas membenarkan dan tidak pula mengingkari. Sebab ia tahu bahwa mimpi itu dari Allah SWT. Hasilnya, ia justru kembali mendapat mimpi yang sama hingga ketiga kali, yaitu permintaan menyembelih Ismail yang saat itu masih berusia sekitar 7 tahun.
Nabi Ibrahim segera menemui putranya dan menjelaskan tentang mimpinya itu. Berikut jawaban Ismail yang tertulis dalam Al Quran, ketika memberi izin sang ayah menyembelih dirinya sesuai perintah Allah SWT. Baca Juga Jasa Paket Aqiqah di Tangerang Selatan – Hubungi Kami Slamet Aqiqah 081 878 9119.” Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ (QS As-Saffat ayat 102). “” Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar’ (QS As-Saffat ayat 102). “
Mendengar jawaban bijak dari anaknya itu, Nabi Ibrahim AS dibuat semakin sedih dan tak kuasa menahan tangis karena bagaimana pun ia adalah putranya yang paling disayang. Setelah keduanya sepakat melakukan penyembelihan, Nabi Ibrahim membawa Ismail ke Mina dan membaringkannya di atas pelipisnya.
Baca Juga Paket Aqiqah Anak Laki-laki dan Paket Aqiqah Anak Perempuan.
Pada saat yang ditentukan, Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT. itu. Nabi Ibrahim as. menaruh kepala anaknya sendiri dan siap menyembelihnya. Niat yang begitu kuat untuk menjalankan perintah Tuhan tidak hanya ada di dalam hati Nabi Ibrahim as. tapi juga Nabi Ismail as.
” Wahai ayahku! Kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darahku tidak mengotori, dan jika nanti ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan bersedih, percepatkah gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat dahsyat. Apabila Engkau telah kembali maka sampaikanlah salam kasihku kepadanya. ” (Syekh Muhammad Sayyi Ath-Thanthawi, Tafsir Al-Wasith, Beirut, Darul Fikr: 2005 M halaman 3582)” Sungguh, sebaik-baiknya pertolongan adalah Engkau wahai anakku dalam menjalankan perintah Allah, ” (Imam Fakhruddin Ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, [Beirut, Darul Kutub: 2000 M], juz XXVI, halaman 138)
Pada saat Nabi Ibrahim AS ikhlas, pisau paling tajam yang digunakan itu tidak mempan untuk menyembelih leher Ismail. Berkali-kali pisau itu seperti tumpul bahkan tidak meninggalkan bekas apa pun di leher Ismail yang halus dan lembut. Dalam keadaan itu, Allah SWT memberinya pertolongan sebagaimana bukti keajaiban itu ada dalam surat Al Quran berikut.
” Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, Engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, ” (Surat As-Saffat ayat 104-108)
Dari peristiwa itu, terbukti bahwa Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail adalah sosok yang sangat taat kepada Allah SWT. Oleh karenanya Allah SWT tidak menghendaki penyembelihan itu terjadi, bahkan melarangnya dan mengganti qurban dengan seekor kambing.
Peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian digantikan menjadi hewan domba oleh Allah SWT itulah yang menjadi sejarah qurban Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha. Namun sesaat sebelum Nabi Ibrahim as. menyembelih Ismail, posisi sang anak digantikan oleh seekor sembelihan yang besar. Menurut banyak riwayat hadits dikatakan bahwa hewan tersebut adalah kambing gibas.
Sejak saat itu, umat Muslim diperintahkan berqurban pada Hari Raya Idul Adha untuk mengenang kepatuhan Nabi Ibrahim dan Ismail. Meski hukumnya sunnah, qurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.
Perang Bani Sulaim merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan umat Islam pada masa awal perkembangan agama Islam. Perang ini terjadi akibat ketegangan antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW dengan suku Bani Sulaim yang berada di wilayah sekitar Madinah. Ketegangan tersebut dipicu oleh perbedaan keyakinan dan kondisi politik saat itu, yang …
Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk pengabdian umat Muslim kepada Allah SWT, dilaksanakan setiap tahun pada Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini memiliki makna yang dalam, bukan hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama. Di balik keindahan ibadah ini, pelaksanaannya seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, …
Nasi kebuli memiliki akar yang kuat dalam tradisi kuliner Timur Tengah, khususnya dari daerah Arab. Hidangan ini umumnya dianggap sebagai makanan khas Arab yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Nasi kebuli dibuat dengan menggunakan beras basmati yang dimasak dengan berbagai rempah, seperti jintan, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis, serta daging, biasanya kambing atau ayam. …
Apa itu Maulid Nabi – Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah merupakan bulan kelahiran dari Nabi Muhammad SAW yang penuh berkah, dan sesuai dengan perintah Allah SWT yang telah mengutusnya sebagai rahmat untuk alam semesta. Rahmat yang berarti karunia dari Allah SWT untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta. Hal ini tertulis dalam surat Al-Anbiya ayat …
Anak merupakan titipan yang harus dijaga dan menjadi amanah terbesar dari Allah SWT kepada setiap orang tua di dunia ini. Oleh karena merupakan titipan, tentunya terdapat beberapa kewajiban orang tua terhadap anak yang harus dipenuhi. Terkadang orang tua melupakan beberapa poin penting terkiat kewajibannya terhadap anak. Apabila kewajiban ini dijalankan dengan baik dan benar maka anak akan …